TERAS7.COM – Renyah dan gurih, itulah kesan yang dirasakan ketika menikmati Amplang Ikan tenggiri produksi Warna Permata Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura.
Ya, Warna Permata sendiri merupakan akronim dari Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan Martapura, dimana amplang ini diproduksi oleh warga binaan Lapas Perempuan Martapura.
Produk amplang ini sendiri di produksi di Lapas Perempuan Martapura yang beralamat di Jalan Pintu Air Tanjung Rema Darat Nomor 1, Martapura.
Walau terasa gurih, amplang produksi warga binaan dibawah bimbingan Kepala Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Perempuan Martapura Rose Mery Kusuma Dewi ini diproduksi tanpa Monosodium Glutamat (MSG).

Komposisinya sendiri terdiri dari ikan tenggiri, tapioka, telur dan bawang putih, dan saat ini amplang ini sudah mendapatkan sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Produk yang digarap oleh warga binaan ini sendiri merupakan hasil kerjasama antara Lapas Perempuan Martapura dengan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar.
Kerjasama yang terjalin tersebut merupakan bagian dari program nasional dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI untuk memberikan pelatihan bagi warga binaan pada tahun 2021.
Dalam pelatihan tersebut, kalangan UMKM bidang pengolahan pangan di Kabupaten Banjar digandeng untuk menjadi instruktur pelatihan.
Tak hanya amplang saja, warga binaan Lapas Perempuan Martapura juga mendapatkan pelatihan membuat produk pangan pengolahan ikan seperti yakni otak-otak, empek-empek dan abon.
Bahkan produk binaan Lapas Perempuan Martapura dengan Diskan Kabupaten Banjar seperti amplang ini ditampilkan dalam Kalsel Expo hingga Pasar Murah jelang Ramadhan pada tahun 2021 yang lalu.
Saat ini produk amplang ini sudah bisa dipesan secara online melalui telepon atau whatsapp di nomor 081372863648 dan 081946408112 dengan harga 10 ribu rupiah perbungkusnya.
Bisa pula datang langsung ke Lapas Perempuan Martapura karena produk ini ditampilkan di galeri Kindai Warna Permata.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, Sulis Farida Fitriani mengungkapkan produksi amplang ini tak hanya bertujuan mengkaryakan warga binaan saja.
“Selain kita karyakan, warga binaan juga akan mendapatkan fee yang akan ditabung keterampilan dan tabungan modal usaha setelah bebas nanti,” katanya.
Sebelumnya hanya sebagai produk latihan saja, saat ini Amplang Warna Permata sudah mulai berproduksi di dalam Lapas dengan melibatkan 5 orang warga binaan.
Produk Amplang Warna Permata ini pun direspon masyarakat yang sudah mencicipinya, salah satunya adalah Ari Sukma Setiawan.
Pemuda warga Banjarbaru ini mengatakan Amplang Warna Permata ini sangat enak dan cukup digemari keluarganya.
“Bahkan anak saya saja sangat suka. Amplang ini juga rasanya enak dan sangat renyah, berbeda dengan beberapa produk amplang alin yang saya coba,” ujarnya.
Harganya sendiri lanjut Ari cukup murah dan terjangkau, karena itu ia akan membeli lagi amplang tersebut secara online.