TERAS7.COM – Setelah dilantiknya pasangan Saidi Mansyur-Said Idrus menjadi Bupati-Wakil Bupati Banjar, Kabupaten Banjar mulai menyusun kembali Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Renstra.
Saidi Mansyur mengatakan penyusunan RPJMD dan Renstra bertujuan agar bisa memberikan pencerahan kepada seluruh SKPD guna mencapai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Banjar.
Selama ini lanjutnya ada beberapa indikator-indikator pembangunan yang belum tercapai serta belum optimal, hal ini menjadi tantangan untuk mewujudkan Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri dan Agamis (Manis).
”Kekuatan kerja bersama dapat sebagai modal utama dalam melakukan transformasi dan berbagai lompatan kemajuan pembangunan Kabupaten Banjar,” ungkapnya.
Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda litbang) Kabupaten Banjar, Galuh Tantri Narindra menjelaskan, RPJMD yang disusun setiap 5 tahun ini merupakan penjabaran visi misi kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arahan dan kebijakan yang di sertai kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

“Penyusunan ini sendiri dilakukan pada saat ada Kepala Daerah yang baru, yang mana penyusunannya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional dan RPJM Daerah Provinsi Kalsel,” ujarnya.
Penyusunan RPJMD sendiri dilakukan dengan 4 pendekatan, yakni pendekatan politik, pendekatan teknokratik, pendekatan partisipasif dan pendekatan top up serta bottom up.
“Penyusunan RPJMD yang masih berjalan ini sendiri disesuaikan dengan visi misi Bupati-Wakil Bupati Banjar dan melibatkan stakeholder terkait, termasuk juga menyerap aspirasi masyarakat,” kata Tantri.
Untungnya Kepala Daerah saat menyusun visi misi saat maju dalam Pilkada lanjut Tantri sudah menyesuaikannya dengan dokumen perencanaan yang ada, sehingga hanya melengkapi atau mengurangi RPJMD yang ada, termasuk isu strategis yang diangkat.
“Untuk sekarang, kerangka prioritas pembangunan di Kabupaten Banjar disesuaikan dengan visi misi Bupati-Wakil Bupati Banjar, diantaranya adalah perbaikan kelembagaan dan reformasi birokrasi,” terangnya.
Tantri menambahkan ada beberapa hal yang menjadi fokus dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Banjar mendatang, yakni peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, peningkatan ekonomi didukung infrastruktur, pembangunan lingkungan berkelanjutan, dan penguatan karakter daerah yang religius.
“Untuk program konkritnya sendiri menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerh, terlebih akibat pandemi, pendapatan daerah kita turun lebih rendah dari posisi 2016 dan sebagian besar anggaran kita tergantung transfer dari pusat,” ungkapnya.
Namun pemulihan ekonomi tetap menjadi fokus utama pada masa pemerintahan Saidi Mansyur-Said Idrus, selain peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, serta penataan kawasan perkotaan.
“Pemulihan ekonomi kita diukut dengan pertumbuhan ekonomi dengan ukur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diperkirakan naik pada tahun 2021 ini. Saat ini PDRB kita turun minus 2 persen dari tahun 2019 akibat pandemi. Memang ekonomi ke depan masih lesu untuk 2-3 tahun ke depan, tapi kita targetkan pemulihan ekonomi tercapai di akhir masa jabatan Bupati-Wakil Bupati Banjar,” jelasnya.
Tantri juga menyebutkan dalam RPJMD yang sedang disusun ini, target lain adalah penyediaan 15 ribu lapangan kerja dalam 5 tahun dan juga sertifikasi 2000 lebih guru, serta menurunkan jumlah warga miskin di Kabupaten Banjar, yang saat ini sudah mencapai tingkat terendah se Kalsel, namun jumlahnya masih cukup besar.