TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar meminta seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau.
Instruksi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Banjar, Senin (20/07/2026) pagi.
Yudi mengatakan, seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, dan kepala desa diminta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur di wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi Karhutla dan dampak musim kemarau.
Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh elemen menjadi kunci untuk menekan risiko bencana.
“Kolaborasi ini harus dipertahankan, karena bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Selain memperkuat koordinasi, Yudi juga menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) agar menjadi teladan di tengah masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla.
Ia meminta ASN tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara hemat, menjaga dokumen penting dari risiko bencana, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Menurut Yudi, langkah-langkah pencegahan tersebut perlu dilakukan sejak dini mengingat Kabupaten Banjar telah menetapkan status siaga darurat Karhutla dan kekeringan hingga 30 September 2026.
Berdasarkan data sejak Juni hingga pertengahan Juli 2026, tercatat telah terjadi 17 kejadian kebakaran dengan luas lahan terdampak lebih dari 117 hektare serta muncul 130 titik panas di sejumlah wilayah.
Sementara itu, berdasarkan prediksi BMKG Kalimantan Selatan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September 2026 sehingga seluruh pihak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.