Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Tragedi Arema FC vs Persebaya, Mulai dari Banyaknya Korban Bergelimpangan, hingga Suara Teriakan dan Tangisan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Tragedi Arema FC vs Persebaya, Mulai dari Banyaknya Korban Bergelimpangan, hingga Suara Teriakan dan Tangisan

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 2 Oktober 2022, 18.21
Share
Screenshot 20221002 181610 Twitter
Tampak kerusuhan dan gas air mata yang dilemparkan aparat terhadap suporter. (Foto: istimewa)
SHARE

TERAS7.COM – Dunia Sepakbola Indonesia sedang dirundung duka mendalam usai terjadinya kericuhan dari para suporter hingga berujung hilangnya ratusan nyawa manusia dalam lanjutan pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pada Sabtu malam (01/10/2022).

Seorang suporter Arema FC atau Aremania dengan akun twitter LIBRA_12 (@RezqiWahyu_05) membagikan kisah pilu yang disaksikannya dari tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang kemarin malam.

Ia mengatakan, tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang ini merupakan kisah terpilu yang pernah disaksikan selama menjadi suporter Arema FC atau Aremania sejak 2007 silam.

“Selama saya jadi supporter Arema, saya dikenalkan arema oleh orang tua saya saat tahun 2007 hingga saat ini. Hari ini 1 Oktober 2022 adalah titik terendah saya menjadi seorang supporter,” tulisnya.

LIBRA_12 menjelaskan kronologis terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang kemarin malam. Ia mengatakan, sebelum pertandingan dimulai pada pukul 20.00 WIB, semua berjalan aman dan tertib.

Baca juga :

Resmi! PSSI Tunjuk John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Mahasiswi ULM Ini Wakili Indonesia di Forum ASEAN, Bawa Inovasi Kesehatan “HEALIX”!

Malam Taptu dan Pawai Obor Meriahkan HUT ke-80 RI di Martapura

“Kick off dimulai, dan pertandingan berjalan aman, tanpa kericuhan sedikitpun, yang ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke arah pemain Persebaya,” ucapnya.

Sedikit insiden mulai muncul usai babak pertama selesai, dimana saat jeda istirahat, menurutnya ada sekitar 2 sampai 3 kali kericuhan terjadi di tribun 12-13 Standion Kanjuruhan Malang, tapi bisa segera diamankan oleh pihak berwenang.

Lanjutnya, saat babak kedua berjalan, tim Persebaya Surabaya berhasil mencetak gol, dan unggul 3-2 atas tuan rumah Arema FC. Ketertinggalan gol ini, membuat Singo Edan julukan Arema FC langsung melancarkan serangan, namun tidak ada yang berujung gol.

“Semakin banyak serangan, semakin gemas juga kita sebagai supporter menontonnya,” terangnya.

Hingga peluit akhir babak kedua dibunyikan, Arema FC tidak bisa menambah golnya, dan harus puas menerima hasil kekalahan dari Persebaya Surabaya.

“Setelah peluit dibunyikan, para pemain Arema tertunduk lesu dan kecewa, pelatih Arema dan Manager tim mendekati tribun timur dan menunjukkan gestur minta maaf ke supporter,” ungkapnya.

Saat itulah, menurutnya awal tragedi bermula. Dimana terlihat 1 orang suporter dari arah tribun selatan Stadion Kanjuruhan nekat masuk, dan mendekati pemain Arema FC, Sergio Silva, dan Adilson Maringa untuk memberikan motivasi, dan kritik kepada keduanya.

Kemudian lanjutnya, muncul lagi beberapa oknum suporter yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema FC, dan terlihat saat itu, Kapten Arema FV Johan Alfarizie mencoba memberi pengertian kepada oknum suporter tersebut.

Namun ungkapnya, keadaan di Stadion Kanjuruhan semakan ricuh, karena semakin banyak suporter Arema FC dari berbagai sisi yang masuk ke lapangan untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain.

Masuknya suporter ini, diikuti dengan pelemparan berbagai macam benda ke arah lapangan dari para suppoter yang semakin tidak terkendali, sehingga pada ahirnya pemain harus digiring masuk kedalam ruang ganti dengan kawalan pihak berwajib.

Karena keadaan sudah dirasa tidak kondusif, aparat keamanan mencoba melakukan tindakan memukul mudur suporter yang saat itu menyerang dari berbagai sisi.

Namun, menurutnya tindakan yang telah dilakukan aparat keamanan untuk memukul mundur suporter yang ricuh, tergolong sangat kejam, dan sadis.

“Pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter, yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis, di pentung dengan tongkat panjang, 1 supporter di keroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya,” terangnya.

Aparat keamanaan saat itu menurutnya langsung beberapa kali menembakkan gas air mata ke arah suporter yang ada di lapangan. Namun disisi lain, suporter yang menyerang aparat juga silih berganti berdatangan dari sisi utara dan selatan dari Stadion Kanjuruhan Malang.

“Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah supporter, disetiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata. Ada juga yang langsung ditembakkan ke arah tribun penonton, yaitu di tribun 10,” ungkapnya.

Para supporter yang panik karena gas air mata, semakin ricuh diatas tribun, mereka berlarian mencari pintu keluar, tapi sayang pintu keluar sudah penuh sesak karena para supporter tengah panik.

Menurutnya saat kerusuhan itu, banyak ibu-ibu, wanita, orang tua, serta anak kecil yang terlihat tidak berdaya, dan tidak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion.

“Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata, seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet,” ucapnya.

Sedangkan di luar stadion, menurutnya banyak yang terkapar dan pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata akibat kerusuhan tersebut.

Apalagi situasi di luar menurutnya tak kalah mencekam, banyak supporter yang lemas bergelimpangan dengan sebagian berlumur darah, mobil hancur, suara riuh makian dan amarah, pelemparan, hingga teriakan, dan tangisan oleh wanita.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Resmi! PSSI Tunjuk John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Mahasiswi ULM Ini Wakili Indonesia di Forum ASEAN, Bawa Inovasi Kesehatan “HEALIX”!

Malam Taptu dan Pawai Obor Meriahkan HUT ke-80 RI di Martapura

HUT Kemerdekaan RI ke-80, Gubernur Kalsel Ajak Jaga Semangat Perjuangan

Khidmat, Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Istana Merdeka

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?