Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: ULM Berinovasi, Bangun Literasi Dari Desa
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

ULM Berinovasi, Bangun Literasi Dari Desa

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 9 Maret 2026, 16.58
Share
IMG 1729 696x392 1
SHARE

TERAS7.COM – Upaya penanganan masalah gizi anak terus didorong dengan pendekatan yang lebih dekat ke akar persoalan, yakni keluarga. Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menghadirkan inovasi tersebut melalui Program Bina Desa Berdampak bertajuk JELITA (Jejaring Literasi) untuk Ibu dan Bapak di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan.

Program yang digagas oleh 10 mahasiswa lintas Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian ini difokuskan pada pemberdayaan keluarga dalam mencegah dan menangani kasus underweight pada anak. Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan, Hadrianti H.D. Lasari, SKM., MPH.

Ketua tim, Muhammad Hefni Camali, menjelaskan bahwa program ini merupakan penguatan dari intervensi sebelumnya saat Pengalaman Belajar Lapangan (PBL). Berdasarkan hasil identifikasi awal, masalah gizi anak masih menjadi isu krusial di tingkat rumah tangga.

“Kami melihat penanganan underweight tidak cukup hanya dengan edukasi sesaat. Perlu pendekatan berkelanjutan yang melibatkan peran aktif keluarga, khususnya orang tua dalam pemenuhan gizi anak,” ujarnya.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim merancang Program JELITA dalam lima rangkaian kegiatan utama, meliputi sosialisasi, kelas literasi gizi untuk ibu dan ayah, kelas “Ayah Peduli Gizi”, pendampingan keluarga, serta lokakarya dan diseminasi hasil. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara bertahap sepanjang Desember 2025 dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek utama.

Baca juga :

Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030

Perluas Akses Pendidikan, MUI Barito Kuala Gandeng ULM Jalankan Program Satu Desa Satu Sarjana

WOW! Lewati Target, ULM Kini Peringkat 76 di Indonesia pada UI GreenMetric 2026

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan pangan lokal sebagai solusi gizi. Mahasiswa menggelar pelatihan dan demonstrasi memasak berbahan dasar pakis dan ikan haruan yang diolah secara modern, praktis, dan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Tak hanya itu, sebagai bentuk keberlanjutan program, tim juga menyusun dan membagikan buku resep inovasi pangan bergizi kepada para peserta agar dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

Respons masyarakat pun tergolong sangat tinggi. Tingkat kehadiran warga dalam setiap kegiatan mencapai 100 persen, bahkan melampaui target. Para orang tua, baik ibu maupun ayah, terlibat aktif dalam sesi edukasi hingga praktik memasak.

Program ini tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Mereka mengintegrasikan ilmu kesehatan dan pertanian dalam satu pendekatan komprehensif, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, analisis masalah, dan strategi intervensi berbasis komunitas.

Bagi masyarakat Desa Mandiangin Barat, program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi gizi, keterampilan mengolah pangan lokal, serta memperkuat peran keluarga dalam menjaga status gizi anak.

ULM menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan inisiatif ini melalui skema Bina Desa Berdampak, sekaligus mendorong desa untuk melanjutkan praktik baik yang telah diperkenalkan. Dengan pendekatan berbasis keluarga, Program JELITA diproyeksikan menjadi model intervensi gizi komunitas yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan potensi lokal.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05

You Might Also Like

Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030

Perluas Akses Pendidikan, MUI Barito Kuala Gandeng ULM Jalankan Program Satu Desa Satu Sarjana

WOW! Lewati Target, ULM Kini Peringkat 76 di Indonesia pada UI GreenMetric 2026

Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana

Teratas di Kalsel, ULM Posisi 38 Nasional RIS 2026

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?