TERAS7.COM – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar mencatatkan timbulan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 290 ton per hari.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Achmad Norsailah merincikan, dari total 290 ton volume sampah per hari, sebanyak 230 ton masuk ke TPA Cahaya Kencana milik Pemkab Banjar, dan sisanya 60 ton ke TPA regional Banjarbakula.
“Per harinya sebanyak 290 ton sampah, karena ada tipping kita bekerja sama dengan TPA Regional Banjarbakula sebanyak 60 ton per hari, jadi 230 tonnya ke TPA Cahaya Kencana,” ujarnya.

Volume timbulan sampah di Kabupaten Banjar pada tahun 2022 ini menurut Achmad mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2021 sebanyak 60 ton.
Kenaikan ini menurutnya sedikit teratasi dengan adanya kerja sama dengan TPA Regional Banjarbakula yang membantu mengurangi beban timbulan sampah, setidaknya 60 ton per hari.
Meski demikian, keberadaan TPA Cahaya Kencana yang notabenenya milik pribadi Pemkab Banjar saat ini kondisinya menurut Achmad sudah melebihi kapasitas.
Oleh karenanya, pihaknya berharap Kabupaten Banjar bisa memiliki tambahan TPA baru untuk mengatasi permasalahan sampah.
“Cuma tetap dengan keadaan TPA yang sudah overload, harapan kita itu punya TPA baru lagi,” ungkapnya.
Lebih jauh Achmad menjelaskan, untuk perluasan TPA Cahaya Kencana itu masih memungkinkan dengan sisa lahan seluas 11 hektar. Namun, lahan itu saat ini masih dikuasai oleh masyarakat sekitar 16,5 hektar.
“Jadi lahan tersebut sudah menjadi kebun karet, untuk saat ini kita masih proses negoisasi dengan masyarakat setempat yang menggunakan lahan tersebut, mudahan itu bisa secepatnya clear,” jelasnya.
Ia melanjutkan lagi, jika proses negosiasi itu berhasil maka lahan 11 hektar itu bisa digunakan untuk perluasan TPA Cahaya Kencana.
Adapun program untuk upaya mengurangi timbulan sampah yaitu sosilasasi terkait Peningkatan Pengelolaan Sampah terpadu melalui Bank Sampah.
“Untuk mengurangi timbulan sampah itu salah satunya adalah membangun Bank Sampah di desa-desa maupun di komplek. Saat ini sudah ada 5 desa yang mendapat sosialisasi terkait pembangunan Bank Sampah. Mudah-mudahan bisa terlaksana dan timbulan sampah di desa-desa bisa terkelola dengan baik,”terangnya.
“Sebenarnya sampah ini jika dikelola dengan baik sampah itu tidak ada yang terbuang percuma. Artinya contoh yang simpelnya saja sampah rumah tangga domestik ini, dipilah terlebih dahulu yang organik dan non organik. Kalau sampah non organik yang bernilai ekonomis bisa di bawa ke bank sampah, sedangkan sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos untuk tanaman,”tambahnya lagi.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa mengelola sampah dengan baik, dengan cara memilah yang mana sampah kering dan sampah basah. Serta jangan membuang sampah ke sungai karena berdampak merusak lingkungan.
Adapun untuk jumlah armada angkutan sampah yang saat ini dimiliki Pemkab Banjar, untuk roda 6 sebanyak 40 unit truk, 5 unit pick up, dan 14 unit roda tiga atau tosa.
