Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Sanatorium Belanda, Tersembunyi Dibalik Semak Belukar
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Sanatorium Belanda, Tersembunyi Dibalik Semak Belukar

Rizki Saputera
Rizki Saputera 6 Mei 2019, 03.59
Share
DCIM3592 scaled
SHARE

TERAS7.COM – Sisa fondasi bangunan yang berada di puncak Bukit Besar, Mandiangin yang selama ini dianggap masyarakat sebagai benteng Belanda, beberapa waktu yang lalu berhasil direstorasi ulang oleh pengelola Tahura Sultan Adam.

Rupanya fondasi bangunan tersebut bukanlah benteng, akan tetapi rumah beristirahat atau pesanggrahan bagi pejabat pemerintah Kolonial Hindia Belanda di Borneo, lengkap dengan garasi mobil.

Akan tetapi, pesanggrahan tersebut bukan satu-satunya bangunan yang ada di sana, ada sisa fondasi bangunan lain yang berada beberapa puluh meter dari pesanggrahan yang telah dibangun ulang tersebut.

Yaitu Sanitorium Mandiangin yang berfungsi sebagai rumah sakit bagi penderita Tuberkulosis (TBC) Paru pada masa itu, nyaris tidak tersentuh oleh banyak orang karena posisinya yang tersembunyi dan masih dikelilingi semak belukar.

DCIM3597
Jalan setapak dari susunan batu gunung

Kumpulan batu gunung yang di susun menjadi jalan setapak selebar 1 meter menjadi akses utama menuju Sanatorium yang berada di sebelah barat daya dari pesanggrahan Belanda.

Baca juga :

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Tak banyak yang tersisa di lokasi sanitorium ini, hanya susunan fondasi dinding bangunan yang dibuat dari campuran batu andesit, semen portland dan kerikil.

Selain itu, ada 3 buah tandon besar dari beton yang tertanam dalam tanah sebagai tempat menampung air untuk keperluan rumah sakit yang berada di ketinggian 450 meter dari permukaan laut ini.

DCIM3586
Salah satu tandon air dari beton

Kepala UPT Tahura Sultan Adam Mandi Angin, Rahmad Riansyah pada jumat malam (3/5) mengungkapkan Sanatorium Mandiangin ini di buka pada tahun 1940.

“Sanatorium Mandiangin ini memiliki ruangan yang berfungsi sebagai kantor dan tempat tinggal Kepala Sanatorium, ruang pengobatan dan asrama inap pasien, dapur, kamar mandi serta toilet. Setelah Jepang menguasai Kalimantan pada tahun 1943, Sanatorium Mandiangin tidak difungsikan lagi,” ujarnya

Sanatorium ini sendiri didirikan atas peran Stiching Centrale Vereeniging tot Bestrijding der Tuberculose (SCVT) yang disubsidi oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menangani penyakit tuberkulosis paru (TBC atau TB) yang pada awal abad ke 19 menjadi penyakit umum bagi masyarakat di Hindia Belanda.

WhatsApp Image 2019 05 05 at 12.03.16
Kepala UPT Tahura Sultan Adam Mandi Angin, Rahmad Riansyah

“Sanatorium ini berfungsi utama sebagai tempat penyembuhan bagi penderita TBC. Berdasarkan penelitian, sanatorium ini dibangun dengan struktur kayu ulin, dinding papan ulin dan atap eternit. Dilengkapi juga dengan kamar mandi dan bak air mandi ukuran kecil serta toilet. Bagian jendela yang menggunakan kaca bertulang,” kata Rahmad Riansyah.

Sanatorium Mandiangin beserta fasilitasnya ini dibangun oleh A.W. Rynders pada tahun 1939 yang tercatat sebagai arsitek di wilayah Zuid en Oost Borneo.

Rahmad Riansyah menambahkan, sanatorium ini pada tahun 2019 akan mulai direstorasi ulang sebagaimana Rumah Pesanggrahan.

“Untuk tahun 2019 ini ada sekitar tiga bangunan utama yang akan kita restorasi, pertama Sanatorium yang dulunya diresmikan pada tahun 1939 kemudian rumah jaga yang berada di samping Pesanggrahan Belanda dan rumah pendamping. Pembangunan ini akan menelan dana sebesar 2,5 miliar, dilengkapi dengan area parkir dan penerangan jalan,” ungkapnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
8 Reviews 8 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Ketua DPRD Banjar Hadiri Upacara Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?