Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Mama Khas Banjar Dipidanakan, Emi Pertanyakan Kesepakatan Polri-Kemenkop UKM: Hanya Pemanis di Level Atas?
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Mama Khas Banjar Dipidanakan, Emi Pertanyakan Kesepakatan Polri-Kemenkop UKM: Hanya Pemanis di Level Atas?

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 7 Maret 2025, 21.52
Share
IMG 20250307 215102
Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Emi Lasari. (Foto: Humas DPRD Banjarbaru)
SHARE

TERAS7.COM – UMKM di Banjarbaru yakni Mama Khas Banjar tersandung kasus hukum lantaran diduga menjual produk tanpa mencantumkan label kedaluwarsa.

Saat ini, Pemilik Mama Khas Banjar dijadikan tersangka dan disangkakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kejadian yang menimpa Mama Khas Banjar ini pun mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari.

Emi mengaku cukup prihatin atas kejadian yang menimpa UMKM penyedia produk pangan ikan asin tersebut. Menurutnya, kasus ini seyogyanya tidak langsung menjurus ke ranah pidana.

“UMKM bisa dikatakan merupakan salah satu usaha yang menyumbang perkembangan perekonomian di Banjarbaru, termasuk juga menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Sehingga melindungi UMKM harusnya menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah,” ujar Emi.

Baca juga :

Komisi III dan Tim Raperda Pemkab Bahas Raperda Infrastruktur Pasif Telekomunikasi

Komisi I DPRD Batola dan Kesbangpol Bahas Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat

Komisi II dan DPMPTSP Godok Raperda Penyelenggaraan Perizinan Berusaha

Apalagi kata Emi, pada tahun 2021 lalu, telah diteken kesepakatan bersama antara Polri dan Kementerian Koperasi UKM melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan Nomor: NK/35/X/2021 – Nomor: 22/KB/M.KUKM/X/2021.

Lanjut Emi, dalam nota kesepahaman itu, Polri dan Kemenkop UKM telah bersepakat untuk mengedepankan pembinaan terhadap UMKM, bukan langsung membawa ke ranah hukum pidana.

Oleh karena itu, Emi mempertanyakan atas nota kesepahaman yang telah diteken Polri-Kemenkop UKM itu lantaran tidak menjadi acuan terhadap kasus Mama Khas Banjar.

“Tentunya kesepakatan ini jadi pertanyaan kita, apakah hanya pemanis di level atas saja?, yang kemudian (kesepakatannya -red) tidak sampai ke daerah,” cetusnya.

Terlebih lagi, menurut Emi, seharusnya kasus ini mengacu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan karena produk yang dijual Mama Khas Banjar merupakan pangan olahan.

“Dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 itu diatur tentang keamanan pangan, yang mewajibkan pelaku usaha menempelkan nama produk, komposisi, berat, hingga tanggal kedaluwarsa,” katanya.

“Kalau kemudian ditemukan pelanggaran, dalam UU 18 Tahun 2012 itu hanya diberikan pembinaan terhadap pelaku usaha, bukan pidana,” sambungnya.

Pun jika penegak hukum beralasan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat, maka menurut Emi, seharusnya langkah pertama yang dilakukan ialah melihat sejauh mana kerugian yang diterima kosumen akibat kelalaian UMKM tersebut, bukan malah langsung membawanya ke ranah pidana.

“Kita memang berkewajiban melindungi konsumen, tapi kalau ternyata ada kelalaian dari pelaku usaha yang masih bisa ditolerir, lebih baik dilakukan pembinaan,” tegasnya.

Emi khawatir, jika pelaku usaha harus dibenturkan dengan aturan yang berujung pidana, maka akan berdampak negatif terhadap perkembangan UMKM.

“Jika usaha-usaha seperti ini harus dibenturkan dengan aturan yang berujung pidana, tentu akan jadi momok bagi pelaku usaha,” tukasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry1
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15

You Might Also Like

Komisi III dan Tim Raperda Pemkab Bahas Raperda Infrastruktur Pasif Telekomunikasi

Komisi I DPRD Batola dan Kesbangpol Bahas Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat

Komisi II dan DPMPTSP Godok Raperda Penyelenggaraan Perizinan Berusaha

Komisi I DPRD Batola dan Distan Uji Publik Raperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Optimalkan Fasilitasi Kegiatan Kedewanan, M Haris Isroyani Sosialisasikan Implementasi Integrasi SOP

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?