Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Mushaf Al-Qur’an Datu Kalampayan Jadi ‘Masterpiece’ Museum Lambung Mangkurat
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Mushaf Al-Qur’an Datu Kalampayan Jadi ‘Masterpiece’ Museum Lambung Mangkurat

Salim Ma'ruf
Salim Ma'ruf 10 Juni 2019, 14.45
Share
WhatsApp Image 2019 06 09 at 11.38.09 PM
Mushaf Al-Qur'an tulisan tangan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari menjadi 'Masterpiece' dari Museum Lambung Mangkurat. Foto: Salim
SHARE

TERAS7.COM – Museum Lambung Mangkurat yang beralamat di Jalan A. Yani Km 36 Kota Banjarbaru menyimpan banyak koleksi yang mempunyai nilai sejarah. Di antara koleksinya yang menjadi ‘Masterpiece’ adalah Mushaf Al-Qur’an hasil tulisan tangan.

Mushaf Al-Qur’an ini merupakan karya yang sangat spektakuluer dan monumental dari seorang tokoh ulama terkenal pada masanya hingga sekarang, yakni Syekh Muhammad Arsyad al Banjari. Mushaf yang ditulis tangan ini terdiri dari 3 jilid, dengan masing-masing jilid berisi 10 juz, selain itu juga dilengkapi catatan tepi yang berisi penjelasan tertentu.

Dijelaskan oleh H. Rusmiadi selaku Tenaga Fungsional Pamong Budaya Ahli Permuseuman kepada Teras7.com, Senin (10/6) bahwa Mushaf Al-Qur’an yang di simpan pada Museum Lambung Mangkurat ini merupakan jilid pertama yang berisi dari juz 1 hingga juz 10.

“Sedangkan untuk kedua jilidnya yang lain berada di Yayasan Dalam Pagar Martapura,” H. Rusmiadi menambahkan.

WhatsApp Image 2019 06 09 at 11.43.42 PM
Salah satu sudut yang berada di ruangan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Museum Lambung Mangkurat. Foto: Salim

Pada ruangan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang berada di Museum Lambung Mangkurat ini, selain menyimpan Mushaf Al-Qur’an hasil tulisan tangan beliau, juga terdapat beragam karya tulisnya yang lain seperti Kitab Sabilal Muhtadin, Kitab Luqthatul Ajlan Fi Bayani Haidhi Wastihadahati Wa Nifasinniswan yang berisi tentang ulasan beliau tentang fikih wanita, meliputi haid, istihadah, nifas, serta syariat Islam yang khas menyangkut wanita, kitab Ilmu Falak, dan kitab Fatwa Sulaiman Kurdi tentang penyajian beliau mengenai fatwa Sulaiman Kurdi sebagai tanggapan atas problem tindakan para raja-raja di Jawa, antara lain mengambil harta rakyat.

Baca juga :

Catat! Ini Jadwal Lengkap Imsak dan Buka Puasa Ramadan 1447 H se-Kalsel

Momen Khusyuk Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Kamis 19 Februari 2026

“Kitab-kitab yang kita tampilkan di dalam ruangan ini bukan kitab aslinya, melainkan berupa fotocopi. Kalau kitab aslinya terdapat di tempat Bapak Abu Daudi di Dalam Pagar Martapura, dan fotokopiannya ini dari beliau,” terang H. Rusmiadi.

Selain menyimpan Mushaf Al-Qur’an dan berbagai macam karya tulis beliau, di dalam ruangan ini juga ditampilkan silsilah serta riwayat singkat Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Di antara karya-karya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari selain Mushaf Al-Qur’an tulisan tangannya yang merupakan implementasi dari kemampuan seni khot beliau, adalah Kitab Tuhfatur Raghibin, Kitab Faraid, Kitab Usuluddin, Kitabunnikah, Kitab Luqthatul ‘Ajlan, Kitab Qaulul Mukhtashar, dan Kitab Sabilal Muhtadin yang dicetak pertama kali di Mekkah tahun 1882 M, selanjutnya dicetak di Turki dan Mesir.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
1 Review 1 Review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
WhatsApp Image 2026 09 05 at 09.32.47 1024x575 1
Bupati Tanah Bumbu Minta Pejabat Pengawas Pangkas Proses Kerja yang Berbelit
7 September 2026, 16.35

You Might Also Like

Catat! Ini Jadwal Lengkap Imsak dan Buka Puasa Ramadan 1447 H se-Kalsel

Momen Khusyuk Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Kamis 19 Februari 2026

Awal Ramadan 1447 H Ditetapkan 18 Februari 2026, Muhammadiyah Mulai Puasa Besok

Mengapa Barongsai Identik dengan Imlek? Ini Sejarah, Makna, dan Penyebarannya di Dunia

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?