Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Mengapa Barongsai Identik dengan Imlek? Ini Sejarah, Makna, dan Penyebarannya di Dunia
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Mengapa Barongsai Identik dengan Imlek? Ini Sejarah, Makna, dan Penyebarannya di Dunia

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 17 Februari 2026, 14.51
Share
pexels tuan vy 903011268 30711020
Sejarah Barongsai. (Foto: Pexels)
SHARE

TERAS7.COM – Barongsai sering menjadi sorotan utama ketika Tahun Baru Imlek tiba. Namun tarian singa yang akrab bagi masyarakat Indonesia ini memiliki sejarah panjang dan makna budaya yang jauh lebih luas daripada sekadar hiburan perayaan.

Berakar dari tradisi kuno Tiongkok, Barongsai telah berkembang menjadi atraksi global yang dipentaskan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia.

Asal Usul Tradisi Barongsai

Barongsai berasal dari tradisi lion dance atau wǔshī (舞獅) dalam budaya China. Meskipun singa bukan hewan asli Tiongkok, gambarnya diperkenalkan melalui jalur perdagangan seperti Silk Road, yang membawa kontak budaya dengan Asia Tengah dan Persia. Dalam kebudayaan China, singa kemudian menjadi simbol kekuatan, keberanian, dan pelindung dari kekuatan jahat.

Menurut catatan sejarah, tarian singa telah dikenal sejak dinasti awal Tiongkok seperti Han (206 SM–220 M) dan mencapai bentuk lebih terstruktur pada masa Dinasti Tang (618–907 M), saat pertunjukan tarian singa menjadi bagian dari upacara istana serta festival rakyat.

Baca juga :

Imlek 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni di Tengah Keberagaman

Siswa SMAN 1 Paringin Jelajahi Warisan Sejarah di Balangan

Hendropriyono Tegaskan Perencanaan Pembangunan Nasional Tidak Boleh Abaikan Sejarah

Salah satu legenda paling populer yang menjelaskan makna tarian singa berkaitan dengan makhluk buas bernama Nian. Menurut cerita rakyat, Nian biasanya muncul pada akhir tahun untuk meneror desa. Warga menemukan bahwa makhluk itu takut terhadap suara keras, warna merah, dan figur besar seperti singa.

Dari observasi ini berkembang ritual berarak dengan kostum singa, musik dan warna cerah yang akhirnya menjadi tarian tradisional untuk “mengusir” pengaruh buruk tahun lama dan menyambut tahun baru dengan keberuntungan.

Barongsai dan Perayaan Imlek

Dalam konteks Tahun Baru Imlek atau Lunar New Year, barongsai menjadi simbol sentral. Tarian ini biasanya dipentaskan disertai tabuhan drum, gong, dan simbal yang ritmis — bukan sekadar hiburan, tetapi diyakini membawa keberuntungan, kesehatan, dan keberhasilan bagi yang menyaksikannya.

Ritual populer lain yang terintegrasi dalam pertunjukan adalah “plucking the greens” (cai qing), di mana singa “memakan” selada atau sayuran yang digantung dan kemudian menyebarkannya kembali kepada penonton sebagai lambang pembagian keberuntungan dan kesejahteraan.

Barongsai Tidak Hanya Ada di Indonesia

Meski di Indonesia dikenal sebagai Barongsai (istilah yang merupakan hasil akulturasi lokal antara bahasa Hokkien dan budaya setempat), pertunjukan ini bukan tradisi eksklusif negara ini.

Di Tiongkok sendiri, lion dance dipentaskan dalam berbagai festival, pembukaan usaha, pernikahan, dan acara budaya sepanjang tahun, termasuk tetapi tidak terbatas pada Imlek.

Selain di Tiongkok, komunitas Tionghoa di seluruh dunia, seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, hingga Amerika Serikat dan Eropa turut melestarikan tradisi ini, baik untuk menjaga identitas budaya maupun sebagai bentuk sambutan tahun baru di lingkungan multikultural.

Dalam diaspora Tionghoa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bentuknya sering beradaptasi dengan kebiasaan lokal namun tetap mempertahankan inti simbolisnya sebagai tarian yang membawa keberuntungan dan menolak energi negatif.

Varian dan Perkembangan Barongsai

Tarian singa terbagi menjadi dua gaya utama, yakni Northern Lion (Utara) yang lebih mirip singa realistis dan tampil lebih teatrikal dan Southern Lion (Selatan) yang ekspresif dan seringkali dikaitkan dengan gaya berasal dari Guangdong yang lebih dinamis dan dikaitkan dengan sekolah seni bela diri.

Adapun untuk versi Southern, merupakan bentuk Barongsai yang paling umum ditemukan di perayaan Imlek dan diaspora, termasuk di Indonesia.

Sumber dan Referensi Fakta
Wikipedia : https://en.wikipedia.org/wiki/Lion_dance
Alibaba Party : https://party.alibaba.com/newyear/why-lion-dance-for-chinese-new-year
https://party.alibaba.com/newyear/why-is-there-a-lion-dance-on-chinese-new-year
MasterClass : https://www.masterclass.com/articles/lion-dance-guide
Nations Online : https://www.nationsonline.org/oneworld/Chinese_Customs/lion_dance.htm

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05

You Might Also Like

Imlek 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni di Tengah Keberagaman

Siswa SMAN 1 Paringin Jelajahi Warisan Sejarah di Balangan

Hendropriyono Tegaskan Perencanaan Pembangunan Nasional Tidak Boleh Abaikan Sejarah

Dari Desa Pinggiran, Pemanjat Pohon Kelapa Jadi Wakil Walikota

Angkat Nilai Sejarah Kalsel, Pameran Temporer Resmi Digelar di Museum Wasaka

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?