TERAS7.COM – Perwakilan Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB) pada Selasa pagi (18/6) beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Audiensi yang diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan Pemkab Banjar, Zainuddin ini membahas mengenai keadaan mahasiswa yang sedang menimba ilmu di ibukota Provinsi Kalsel
Ketua Umum FKMKB, Mahrani Ahmad saat ditemui usai audiensi ini mengungkapkan tujuan utama audiensi ini terkait dengan keadaan mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Banjar.
“Kami datang tujuannya untuk bersilaturahmi sekaligus membahas keadaan mahasiswa yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Terlebih lagi kami pengurus FKMKB memiliki kegiatan yang sudah berjalan, tapi masih terkendala anggaran yang masih belum ada. Padahal kegiatan kami untuk menunjang pembelajaran dan pengajaran pada kawan-kawan mahasiswa,” ujarnya.

Selain itu, keluhan mahasiswa Kabupaten Banjar yang tinggal di asrama mahasiswa di Banjarmasin ujar Mahrani Ahmad pun menjadi pembahasan utama dalam audiensi ini.
“Kami memiliki asrama yang diperuntukkan bagi kawan-kawan yang sedang menempuh pendidikan di Banjarmasin dan tidak memiliki kemampuan secara finansial untuk menyewa tempat tinggal. Jadi fungsi asrama tersebut untuk meringankan beban mereka. Namun selama ini belum ada bantuan pembiayaan dari pemerintah, semuanya dibebankan pada mahasiswa,” katanya.
Setiap mahasiswa yang bermukim di asrama tersebut ujar Mahrani Ahmad harus membayar 300 ribu bulan sebagai biaya asrama dan biaya listrik dan air sebesar 50 ribu, sehingga setiap mahasiswa harus membayar 350 ribu perbulan.

“Seharusnya mereka mendapat keringanan dengan penggratisan biaya asrama. Status asrama tersebut berada dibawah naungan FKMKB, sementara FKMKB berada di bawah naungan Pemkab Banjar. Asrama tersebut baru awal agustus 2018 yang lalu diresmikan oleh Pemkab Banjar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Mahrani Ahmad berharap agar Pemkab Banjar dapat memberikan bantuan untuk permasalahan biaya sewa yang selama ini dibebankan pada para mahasiswa.
“Mudahan juga kami dapat pembinaan dan pengayoman dari Pemkab Banjar, terlebih setiap daerah memiliki perkumpulan di bidang kemahasiswaan. Kami berharap Kabupaten Banjar dapat memberikan fasilitas berupa asrama yang permanen seperti daerah lain. Seperti asrama putri di Banjarmasin yang merupakan aset Kabupaten Banjar bagi mahasiswi yang kurang mampu. Jadi mereka hanya dibebankan biaya listrik dan air bersih saja, tidak perlu lagi bayar sewa,” harap Mahrani.
Sementara itu Asisten Pemerintahan, Zainuddin mengatakan pihaknya menampung aspirasi dari kalangan mahasiswa ini.

“Jadi kami mendapatkan keluhan dari mahasiswa yang sebagian tinggal di asrama yang merupakan kontrakan. Kalau zaman dulu kontrakan tersebut dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Tapi seiring perkembangan waktu terjadi perubahan regulasi sehingga asrama tersebut dikelola sendiri oleh para mahasiswa,” ujar Zainuddin.
Ia membenarkan para mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut berlatar belakang ekonomi pas-pasan sehingga mereka sudah mengajukan permohonan bantuan sejak 2018.
“Tapi terkendala kelembagaannya, berdasarkan regulasi bisa mendapat bantuan dari pemerintah jika sudah berbadan hukum dan mendapat bantuan Kemenkumham. Syarat tersebut sudah terpenuhi, jadi mereka mengajukan lagi tahun 2019 ini untuk membayar sewa termasuk membayar kegiatan keasramaan yang relatif tidak terlalu besar bagi Pemkab Banjar,” ungkapnya.
Sayangnya Pemkab Banjar belum dapat memberikan solusi mengenai masalah sewa asrama mahasiswa ini karena terkendala regulasi yang ada.
Saat ditanyakan mengenai kemungkinan pengadaan asrama milik Pemkab Banjar bagi para mahasiswa tersebut, Zainuddin mengatakan hal tersebut merupakan kebijakan strategis yang dapat diambil Bupati, Wakil Bupati atau Sekretaris Daerah.
“Selama ini belum ada rencana untuk mengadakan asrama di Banjarmasin. Tapi secara prinsip kalau kebutuhan mahasiswa ini merupakan program strategis yang sangat penting, kenapa tidak? Sekarang tergantung kemampuan dari daerah untuk menyediakan asrama baru. Biaya yang dibutuhkan tentu saja tidak sedikit,” ungkap Zainuddin.