TERAS7.COM – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Martapura kembali mendapat sorotan positif.
Kali ini, apresiasi datang dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kalsel, yang menilai hasil karya warga binaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Kunjungan berlangsung pada SeniLoliancy/2025), dipimpin oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Kalsel, Muhammad Pandu Aksana, dan Wakil Ketua Umum DPD IWAPI Kalsel, Hj. Aida Muslimah, S.E.. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, bersama jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, para tamu melihat proses pelatihan keterampilan yang dijalankan warga binaan, mulai dari menjahit, membordir, membuat kain Sasirangan, hingga menghasilkan aneka produk kuliner seperti amplang, rengginang, roti, dan makanan olahan lainnya.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Kalsel, Muhammad Pandu Aksana, menilai kegiatan pembinaan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM.
“Produk-produk yang dihasilkan warga binaan Lapas Perempuan Martapura ini memiliki nilai jual yang baik. Jika dikembangkan lebih lanjut, dapat berkontribusi terhadap penguatan UMKM di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPD IWAPI Kalsel, Hj. Aida Muslimah, turut memberikan dukungan dengan membeli langsung sejumlah produk hasil karya warga binaan.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi lapas-lapas lain di Kalimantan Selatan untuk terus memberdayakan warga binaannya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan berbagai pihak.
“Kami terus berkomitmen untuk mencetak warga binaan yang produktif, kreatif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat melalui hasil karya yang berdaya jual. Dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” ungkapnya.
Melalui pelatihan berbasis keterampilan, Lapas Perempuan Martapura berupaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki keahlian, kemandirian, dan kepercayaan diri saat kembali ke masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Hukum dan HAM dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang produktif dan berdaya guna.