TERAS7.COM – Gerimis yang turun di pagi hari tak menyurutkan semangat warga dan wisatawan untuk memadati tepian Sungai Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Minggu (9/11/2025). Hari kedua pelaksanaan Festival Pasar Terapung 2025 tetap berlangsung meriah, menegaskan eksistensi tradisi pasar sungai sebagai ikon budaya Kabupaten Banjar.
Ratusan jukung berjejer di permukaan sungai, dihiasi hasil bumi dan aneka jajanan tradisional, menciptakan panorama khas yang hanya bisa dijumpai di Lok Baintan. Sorak penonton mengiringi berbagai lomba yang menjadi daya tarik utama festival tahunan ini.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, mengatakan, puncak kegiatan tahun ini dibuka oleh Bupati Banjar melalui Pj Sekretaris Daerah. Menurutnya, antusiasme masyarakat membuktikan bahwa Pasar Terapung masih memiliki daya magnet yang kuat bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
“Walau sempat diguyur gerimis, suasana tetap hangat dan penuh semangat. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Banjar masih mencintai warisan budaya sungai yang menjadi identitas kita bersama,” ujar Irwan.
Beragam lomba digelar sepanjang acara, mulai dari Lomba Jukung Tradisional, Balap Jukung Formasi, Balap Jukung Kelas 4 dan 6, hingga Lomba Fotografi, Videografi, dan Musik Panting. Sementara lomba Berpantun yang semula dijadwalkan, diubah menjadi sesi penghargaan spontan karena kondisi cuaca.
Irwan menambahkan, seluruh hadiah diserahkan langsung oleh Pj Sekda Kabupaten Banjar, termasuk uang pembinaan dan paket penghargaan menarik bagi pemenang. Adapun lomba Jukung Hias masih menunggu hasil penilaian akhir dari dewan juri.
Festival tahun ini mencatat kunjungan hingga 5.000 orang selama dua hari pelaksanaan. Bahkan, rombongan TNI AD turut serta meramaikan festival dengan menggunakan kapal khusus meski tidak tercatat dalam daftar undangan resmi.
“Partisipasi berbagai pihak, termasuk TNI, menunjukkan bahwa Festival Pasar Terapung bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga simbol kebersamaan dan kebanggaan daerah,” ucap Irwan.
Selain menampilkan kemeriahan, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya menjaga keaslian transaksi tradisional di Pasar Terapung. Tahun ini, Pemkab Banjar kembali mengedepankan sistem barter dalam jual beli, menggantikan metode pembayaran digital yang sempat diterapkan pada edisi sebelumnya.
“Wisatawan asing menilai transaksi digital menghilangkan nilai budaya kita. Karena itu, kami kembali menegaskan bahwa di Lok Baintan, tradisi barter adalah daya tarik utama yang harus dijaga,” tegasnya.
Melalui Festival Pasar Terapung 2025, Pemkab Banjar ingin memperkuat posisi Lok Baintan sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Selatan. Tak hanya sebagai ajang promosi wisata, tetapi juga sebagai bentuk nyata pelestarian kearifan lokal masyarakat sungai yang menjadi ciri khas Kabupaten Banjar.