TERAS7.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura resmi meluncurkan Kindai Lapermata, etalase produk hasil karya warga binaan sebagai simbol baru pemberdayaan dan kemandirian, Rabu (12/11/2025).
Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Mulyadi, disaksikan jajaran Kepala UPT Rutan dan Lapas se-Kalsel, serta pihak lainnya.
“Kindai Lapermata bukan hanya menjadi tempat penjualan hasil karya warga binaan, tetapi juga simbol keberhasilan pembinaan kemandirian yang dijalankan sepenuh hati di sini,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, di Kindai Lapermata pengunjung dapat menemukan berbagai produk unggulan seperti amplang, sasirangan, kue kering, rengginang, telur asin, dan aneka karya bernilai lainnya.
Tak hanya itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan café bernuansa modern yang turut menjadi daya tarik tersendiri.
“Silakan Bapak dan Ibu coba kopi Aceh yang sudah kami siapkan. Ini bukan sekadar tempat belanja, tapi juga ruang apresiasi bagi karya dan semangat warga binaan,” katanya.
Mulyadi menambahkan, ke depan Kindai Lapermata akan menjadi wadah penjualan produk-produk unggulan dari berbagai lapas di Kalimantan Selatan agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Berkat sinergi dan kepedulian semua pihak, karya warga binaan kini semakin berkualitas dan berdaya saing. Saya berharap kreativitas mereka terus tumbuh sebagai jembatan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas IIA Martapura Evi Loliancy menjelaskan bahwa Kindai Lapermata menjadi ruang etalase yang menghubungkan karya warga binaan dengan masyarakat luas.
“Kindai Lapermata kami desain sebagai showroom hasil pembinaan warga binaan yang menampilkan berbagai produk unggulan. Selain itu, kami memastikan mekanisme penjualan yang transparan, di mana 15 persen hasil penjualan akan dimasukkan ke tabungan warga binaan sebagai premi dan bekal reintegrasi mereka nanti,” jelas Evi.
Ia menuturkan, Kindai Lapermata berlokasi strategis di halaman depan Lapas Perempuan Martapura dan juga terkoneksi dengan toko koperasi di dalam lapas yang dikelola secara mandiri.
“Dengan sistem ini, keamanan dan ketertiban tetap terjaga, sementara warga binaan tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi dari hasil karyanya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Evi mengungkapkan visinya agar Kindai Lapermata dapat menjadi pusat terpadu bagi seluruh karya warga binaan di Kalimantan Selatan.
“Kami bermimpi menjadikan Kindai Lapermata sebagai destinasi oleh-oleh khas hasil karya warga binaan di Kalsel. Setiap jahitan, ukiran, dan rasa dari produk di sini adalah bukti semangat dan keterampilan mereka untuk berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Evi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga Kindai Lapermata dapat diresmikan dengan baik.
“Peresmian ini dapat terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak. Semoga ke depan Kindai Lapermata menjadi pilihan utama masyarakat untuk membeli produk khas Kalimantan Selatan yang sarat makna sosial,” tutupnya.