TERAS7.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) memastikan kesiapan sistem kelistrikan guna mendukung operasional industri strategis nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan pasokan listrik andal bagi Pabrik Prekursor Baterai milik PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Pabrik tersebut telah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, pada Senin (13/01/2026).
Kehadiran fasilitas industri ini menjadi bagian dari penguatan hilirisasi nasional dan pengembangan industri baterai bernilai tambah untuk pasar global.
PT ABEB merupakan perusahaan yang memproduksi Ternary Precursor berbasis nikel sebagai bahan baku industri baterai lithium. Pabrik ini diarahkan untuk kebutuhan ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai global.
Dalam sambutannya, Menhan RI mengapresiasi pengembangan industri pengolahan dalam negeri yang dinilai strategis bagi kepentingan nasional, termasuk sektor pertahanan.
“Hilirisasi sumber daya alam tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam membangun kemandirian industri dan penguasaan teknologi nasional, termasuk teknologi pertahanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada 2026 produksi bahan baku baterai ini diharapkan menjadi terobosan strategis yang memperkuat kontribusi industri terhadap kepentingan nasional secara transparan dan berkelanjutan.
Peresmian pabrik tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang, Pemilik Jhonlin Group H. Andi Syamsuddin Arsyad, Chairman of CNGR Deng Wei Ming, Vice President of CNGR sekaligus President of Indonesia Region Liao Heng Xing, Direktur PT ABEB Fu Pei Wen, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, serta General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono dan jajaran pemangku kepentingan lainnya.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh operasional pabrik melalui penyediaan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan kompetitif.
“PLN UID Kalselteng telah menyiapkan daya sebesar 30.000 kilo volt ampere (kVA) untuk pabrik PT ABEB. Ini merupakan komitmen kami dalam menjamin suplai listrik yang stabil dan berkualitas bagi industri strategis, khususnya pendukung ekosistem kendaraan listrik,” jelasnya.
Menurut Iwan, beroperasinya Pabrik Prekursor Baterai ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi daerah, mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, hingga pengembangan ekosistem industri berbasis energi bersih di Kalimantan Selatan.
PLN UID Kalselteng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan industri strategis nasional melalui layanan kelistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi industri dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.