TERAS7.COM – Peniadaan Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah yang biasanya digelar terpusat di Kabupaten Banjar dinilai berpotensi memengaruhi perputaran ekonomi pelaku usaha mikro dan pedagang kecil selama bulan suci.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjar, Rahmat Saleh, menyebut pasar terpusat memiliki daya tarik tersendiri yang selama ini mampu mendongkrak omzet pedagang, terutama pelaku UMKM kuliner khas Banjar.
“Pasar mandiri memang tetap ada di beberapa titik, tetapi pasar terpusat memiliki magnet pengunjung yang lebih kuat. Dampaknya tentu terasa bagi pedagang kecil yang mengandalkan momentum Ramadan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, dalam penyelenggaraan sebelumnya, Pasar Wadai menjadi pusat keramaian sekaligus sarana promosi produk lokal. Kondisi tersebut mendorong peningkatan transaksi dan memperluas jangkauan pasar pelaku usaha kecil.
Rahmat bahkan mengungkapkan, sebagian pedagang memilih mencari lokasi alternatif di daerah lain seperti Banjarbaru yang dinilai memiliki konsep pasar Ramadan lebih terorganisir.
“Ketika difasilitasi pemerintah secara terpusat, promosi dan pengelolaannya lebih tertata. Itu yang membuat omzet pedagang biasanya meningkat signifikan,” katanya.
Ia menilai, keberadaan Pasar Wadai terpusat seharusnya tetap dipertahankan sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.
“UMKM ini perlu difasilitasi. Ramadan adalah momentum terbaik bagi mereka untuk meningkatkan pendapatan. Pemerintah perlu mempertimbangkan dampak ekonomi jangka pendek maupun panjangnya,” pungkasnya.