TERAS7.COM – Musik Batak dinilai tetap menunjukkan eksistensinya di tengah derasnya arus musik global seperti Kpop dan lagu-lagu Barat.
Bahkan, para musisi menyebut perkembangan musik Batak saat ini justru semakin positif seiring kemajuan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan penyanyi Batak nasional, Alex Hutajulu yang tamp dalam konser Horas Banjarbaru di GOR Babussalam, Sabtu (02/05/2026).
Menurutnya, kemudahan akses musik di era digital membuat berbagai genre, termasuk musik Batak, semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
“Sekarang justru semakin bagus, karena pilihan musik makin banyak. Lewat handphone, semua jenis musik bisa didengar dengan mudah. Ini jadi inspirasi juga bagi generasi muda Batak untuk berkarya,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi tersebut membuka peluang besar bagi musik Batak untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan selera pasar tanpa kehilangan identitas budaya.
Hal senada disampaikan personel Maxima Band, Roy Maxima Pasaribu. Ia optimistis musik Batak memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Musik Batak itu bagus dan layak masuk ke kancah nasional bahkan internasional. Tinggal bagaimana kita semua, khususnya masyarakat Batak, saling mendukung perkembangannya,” katanya.
Menurut Roy, momentum seperti konser Horas Banjarbaru menjadi salah satu langkah penting untuk memperkenalkan musik Batak kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih aktif berkarya.
“Harapannya, generasi muda di Kalimantan Selatan bisa lebih kreatif dalam bermusik, khususnya mengangkat musik Batak agar semakin dikenal,” tambahnya.
Melalui berbagai panggung dan dukungan komunitas, musik Batak diyakini tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan global, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki daya saing tinggi.