TERAS7.COM – Momentum Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru menjadi refleksi untuk mengevaluasi arah pembangunan di tengah pesatnya perkembangan kota.
Meski sejumlah capaian seperti meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi mendapat apresiasi, berbagai tantangan pembangunan dinilai masih memerlukan perhatian serius.
Anggota DPRD Kota Banjarbaru Emi Lasari menegaskan, kemajuan kota harus dibarengi dengan perencanaan yang matang dan terarah.
Menurutnya, status Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan turut mendorong lonjakan jumlah penduduk yang mencapai hampir 7.000 jiwa setiap tahun.
“Kondisi ini tentu memberi tekanan pada daya dukung kota, mulai dari kebutuhan infrastruktur, pengelolaan lalu lintas, hingga penataan ruang. Ini menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Emi menyoroti belum rampungnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dinilai penting sebagai pedoman pembangunan kota agar berjalan terarah dan berkelanjutan.
Padahal, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banjarbaru Tahun 2024–2043 telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 4 Tahun 2024.
Menurutnya, tanpa kejelasan RDTR, pembangunan berpotensi menimbulkan persoalan baru seperti kepadatan kawasan hingga kemacetan.
Gejala tersebut, kata dia, mulai terlihat dari meningkatnya kepadatan kendaraan di sejumlah titik di Kota Banjarbaru.
Karena itu, ia menilai pengembangan infrastruktur termasuk pembangunan jalur alternatif menjadi kebutuhan mendesak.
“Melalui momentum hari jadi ini, diharapkan pembangunan tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi juga pada kesiapan sistem pendukungnya,” tegasnya.
Dengan perencanaan yang komprehensif, Banjarbaru diharapkan mampu berkembang menjadi kota yang maju, tertata, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.