TERAS7.COM – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan merespons berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa terkait kualitas pendidikan di Banua dalam aksi penyampaian pendapat memperingati Hari Pendidikan Nasional di Kantor DPRD Kalsel, Selasa (12/5/2026).
Aspirasi tersebut disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Kalsel. Mereka menyoroti sejumlah persoalan pendidikan, mulai dari kualitas sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan guru, hingga kekurangan tenaga pendidik di sejumlah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menegaskan DPRD Kalsel tetap berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, DPRD selama ini terus menjaga mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan.
“Di DPRD provinsi, khususnya Kalimantan Selatan, kita selalu menjaga mandatory spending pendidikan 20 persen itu tetap terpenuhi,” ujarnya.
Selain anggaran pendidikan, DPRD Kalsel juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik melalui penyesuaian honor guru sesuai standar Upah Minimum Provinsi (UMP).
Gusti Iskandar menjelaskan, pemerintah provinsi juga terus melakukan pemenuhan fasilitas pendidikan secara bertahap berdasarkan standar pelayanan minimal.
Hal itu dilakukan mengingat banyaknya sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi di Kalimantan Selatan.
“Jumlah SMA dan SMK di Kalsel ada lebih dari 200 sekolah ditambah puluhan SLB, sehingga tentu membutuhkan perhatian serius terkait fasilitas maupun tenaga pendidik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, DPRD Kalsel juga mengakui masih adanya kekurangan tenaga guru di sejumlah sekolah.
Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah pusat agar memberikan tambahan formasi guru untuk Kalimantan Selatan.
“Pak Kepala Dinas Pendidikan Kalsel saat ini juga sedang menghadap kementerian untuk mendapatkan tambahan formasi guru bagi Kalsel dan fasilitas pendukung lainnya,” tambahnya.
DPRD Kalsel berharap, dialog bersama mahasiswa tersebut dapat menjadi masukan dalam memperkuat sektor pendidikan di Banua sekaligus memastikan kebutuhan pendidikan masyarakat terus menjadi perhatian pemerintah daerah.