TERAS7.COM – Menyambut pelaksanaan ibadah kurban tahun 2026 atau Idul Adha 1446 7 H, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memastikan kondisi hewan kurban yang beredar di wilayah setempat dalam keadaan sehat dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Distan Banjar, drh. Lulu Vila Vardi mengatakan, pemeriksaan kesehatan terus dilakukan terhadap sapi milik pedagang maupun pengumpul yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Menurutnya, tim di lapangan telah melakukan pendataan sekaligus pengecekan secara langsung terhadap hewan kurban yang sebelumnya telah dipetakan.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, kondisi hewan kurban khususnya sapi dalam keadaan sehat, aman, dan layak untuk kurban,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan fisik hewan hingga pengambilan sampel untuk mendeteksi kemungkinan penyakit. Pemeriksaan juga mencakup kotoran ternak guna mengetahui adanya cacing, serta uji laboratorium termasuk pemeriksaan darah.
“Hasil pemeriksaan sejauh ini tidak ditemukan indikasi penyakit berbahaya. Semua hewan yang diperiksa dalam kondisi baik,” katanya.
Selain memastikan kesehatan ternak, Distan Banjar juga memantau ketersediaan stok hewan kurban menjelang Iduladha. Berdasarkan data sementara per 12 Mei 2026, jumlah hewan kurban yang tersedia mencapai 2.028 ekor, terdiri dari 1.842 sapi, 184 kambing, dan 2 domba.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, stok hewan kurban tercatat sebanyak 2.229 ekor yang terdiri dari 2.026 sapi, 3 kerbau, dan 200 kambing.
Lulu menyebut, penurunan stok kemungkinan dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, termasuk meningkatnya sejumlah kebutuhan pokok dan biaya operasional.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Banjar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Iduladha tahun ini.
“Kalau untuk kebutuhan kurban Insya Allah masih aman dan cukup. Penurunannya tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
Distan Banjar juga terus melakukan pemantauan lanjutan hingga mendekati hari pelaksanaan kurban guna memastikan distribusi serta kesehatan hewan tetap terjaga.
“Kami masih melakukan pendataan lanjutan. Nanti data lengkapnya akan kembali kami sampaikan,” tutupnya.