TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan logistik dan Bantuan Sosial Belanja Tidak Terduga (BTT) kepada keluarga korban kebakaran di RT 05 Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, Rabu (10/6/2026).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai bentuk perlindungan sosial bagi warga terdampak musibah.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hudan Azzuhry, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian untuk memastikan kebutuhan dasar korban segera terpenuhi.
“Begitu menerima laporan musibah kebakaran, kami langsung berkoordinasi dan melakukan langkah cepat untuk memastikan korban mendapatkan bantuan dan penanganan yang diperlukan, sebagaimana arahan Bupati Banjar,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, Pemkab Banjar juga menyalurkan Bantuan Sosial Belanja Tidak Terduga (BTT) guna membantu meringankan beban korban selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascakebakaran.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” kata Hudan.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA tersebut menghanguskan satu unit rumah milik Rifa’i hingga mengalami rusak berat. Peristiwa itu berdampak kepada satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa.
Selain kehilangan tempat tinggal, korban juga kehilangan harta benda dan sejumlah dokumen penting yang ikut terbakar sehingga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.
Pemerintah Kabupaten Banjar bersama pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan korban dapat terpenuhi, sekaligus melakukan pendataan lanjutan sebagai bagian dari proses pemulihan.
Sementara itu, kondisi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan kondusif, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.