TERAS7.COM – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari SE, menjadi pemateri dalam kegiatan Cerita Inspiratif pada rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 2 Banjarbaru, Rabu (15/07/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Emi membagikan perjalanan hidupnya, mulai dari seorang atlet basket hingga dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Banjarbaru. Melalui kisahnya, ia ingin memotivasi para peserta didik baru agar tidak pernah menyerah pada keterbatasan dan berani mengejar cita-cita.
Menurut Emi, Kota Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus kota pendidikan menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi digital. Kondisi tersebut membawa perubahan sosial yang menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi.
Karena itu, ia menilai program MPLS memiliki peran penting, bukan hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun kedekatan antara siswa dengan guru maupun kakak kelas.
“Melalui MPLS, siswa diharapkan lebih mengenal lingkungan sekolah, membangun kedekatan dengan guru dan senior, sekaligus menjadi momentum bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai karakter sejak awal,” ujarnya.
Emi menyoroti adanya kecenderungan menurunnya minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, perkembangan era digital membuat sebagian anak beranggapan bahwa pendidikan secukupnya sudah cukup untuk langsung memasuki dunia kerja.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah untuk terus memberikan edukasi dan motivasi kepada peserta didik agar tetap memiliki semangat menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menghadirkan kegiatan seperti Cerita Inspiratif, yang menghadirkan tokoh dengan latar belakang beragam untuk berbagi pengalaman hidup.

Dalam sesi tersebut, Emi menceritakan bagaimana dirinya berasal dari keluarga sederhana dan mengawali perjalanan melalui dunia olahraga, khususnya basket, hingga akhirnya dipercaya menjadi wakil rakyat.
“Dari ring basket saya bisa sampai ke parlemen. Saya ingin anak-anak memahami bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Setiap orang memiliki titik awal yang berbeda-beda, tetapi semua memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman di dunia basket telah membentuk mentalnya dalam menghadapi tantangan, bekerja sama, menyelesaikan masalah, serta tetap fokus pada tujuan meski menghadapi berbagai rintangan.
Menurut Emi, siswa juga perlu didorong aktif mengikuti organisasi, olahraga, seni maupun bidang lain sesuai minat dan bakatnya. Dari berbagai aktivitas tersebut, mereka akan belajar menerima kegagalan, bangkit, serta terus berusaha menjadi lebih baik.
Selain itu, Emi juga menilai perkembangan teknologi telah mengubah pola belajar siswa. Karena itu, peran guru harus terus diperkuat agar tetap menjadi figur teladan di tengah derasnya pengaruh media sosial dan teknologi digital.
“Hubungan yang dekat antara guru dan siswa sangat penting agar nilai-nilai yang diajarkan dapat diterima dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus melibatkan seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari sekolah, keluarga, alumni hingga masyarakat.
“Program MPLS sekarang bukan lagi berbicara tentang hal-hal yang bersifat fisik, tetapi bagaimana membentuk karakter anak di tengah derasnya pengaruh teknologi. Semua elemen harus bekerja sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mampu menginspirasi peserta didik,” pungkasnya.