TERAS7.COM – Kalimantan Selatan kini memiliki ikon religi baru melalui kehadiran Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang resmi dibuka untuk masyarakat di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru.
Masjid tersebut dibangun di atas kawasan seluas sekitar 11 hektar dengan bangunan utama sekitar 4.000 meter persegi dan kapasitas yang mampu menampung sekitar 3.000 hingga 3.288 jamaah.
Desain Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari mengusung karakter arsitektur khas Banjar melalui bentuk atap limas yang terinspirasi dari arsitektur lokal. Konsep bangunan tropis juga diterapkan dengan sistem yang terbuka untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
Tidak hanya megah dari sisi tampilan, bagian dalam masjid dirancang agar memberikan kenyamanan bagi jamaah dengan memanfaatkan ventilasi alami serta pencahayaan yang efisien. Penggunaan energi alternatif pada bagian atap juga menjadi bagian dari konsep pembangunan masjid tersebut.
Pembangunan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dilakukan secara bertahap sejak 2022. Pembangunan bangunan utama berlangsung pada 2023 hingga 2024, kemudian dilanjutkan pada 2025 dengan pembangunan bangunan penunjang, plaza, serta berbagai fasilitas pendukung.
Penataan kawasan juga mencakup kolam, titian, minaret, area parkir, taman, vegetasi, dan penerangan jalan umum yang dikerjakan secara bertahap hingga 2026.
Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin berharap kehadiran masjid tersebut tidak hanya menjadi simbol kemegahan bangunan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat Banua.
“Masjid ini tidak hanya megah secara bangunan, tetapi juga harus ramai dan makmur dengan kegiatan ibadah,” ujarnya.
Dengan konsep arsitektur Banjar yang kuat, kapasitas besar, dan kawasan yang representatif, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diproyeksikan menjadi salah satu ikon religi penting di Kalimantan Selatan.