TERAS7.COM – Kondisi air Pamsimas yang digunakan masyarakat Desa Lawiran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, menjadi perhatian pemerintah desa.
Tingkat kekeruhan air di Desa Lawiran yang dinilai cukup tinggi mendorong adanya usulan untuk mengganti sumber air dari sungai ke embung.
Pembakal Desa Lawiran, Abdurrahman, mengatakan usulan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Ini dalam rangka peningkatan kualitas penyediaan air bersih dari Pamsimas untuk masyarakat Desa Lawiran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sumber air Pamsimas saat ini masih berasal dari sungai. Namun, tingkat kekeruhannya dinilai cukup tinggi sehingga penggunaan tawas disebut tidak lagi memberikan hasil yang maksimal.
“Sekarang tingkat kekeruhannya tinggi sekali. Diberi tawas pun sudah tidak terlalu berpengaruh,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah desa mengusulkan pemanfaatan embung yang berada di kawasan pegunungan wilayah Desa Lawiran sebagai sumber air Pamsimas.
Abdurrahman menyebut air dari embung dinilai memiliki kualitas yang lebih baik. Bahkan, air tersebut telah melalui pengujian laboratorium dan dinyatakan layak konsumsi.
“Kalau air embung jelas lebih bersih. Dari permukaan saja sudah terlihat kondisi airnya, dan hasil uji laboratorium juga menyatakan layak konsumsi,” jelasnya.
Rencana penggunaan embung sebagai sumber air Pamsimas tersebut juga mendapat persetujuan masyarakat Desa Lawiran. Warga sepakat agar sumber air Pamsimas dialihkan dari sungai ke embung.
“Warga sepakat sumber air Pamsimas diambil dari embung karena air yang digunakan selama ini keruh,” ujarnya.
Abdurrahman berharap usulan tersebut mendapat persetujuan dan dukungan pemerintah sehingga peningkatan kualitas air Pamsimas di Desa Lawiran dapat segera direalisasikan.
“Harapannya tentu usulan ini bisa dikabulkan, sehingga kualitas air untuk masyarakat bisa lebih baik,” harapnya.