TERAS7.COM – Lapangan Dwi Dharma Rantau kembali dipenuhi semangat para pesepak bola muda. Sebanyak 16 tim U-15 dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan ambil bagian dalam BRE Cup VIII 2026, yang resmi dibuka Wakil Bupati Tapin H. Juanda, Jumat (18/9/2026).
Turnamen yang digelar PT Bhumi Rantau Energi (BRE) bersama Askab PSSI Tapin tersebut menjadi salah satu ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan pembinaan sepak bola usia dini di daerah.
Wakil Bupati Tapin H. Juanda berharap kompetisi ini tidak berhenti sebagai ajang perebutan juara, tetapi mampu menjadi tempat munculnya pemain-pemain muda berbakat yang dapat berkembang ke jenjang lebih tinggi.
“Ulun berharap nanti dari turnamen ini muncul talenta-talenta muda yang bisa berkiprah di dunia sepak bola sampai tingkat nasional,” ujarnya.
Namun, di balik semangat kompetisi, Juanda mengingatkan bahwa para pemain yang bertanding masih berada pada usia pembinaan. Karena itu, ia mengajak orang tua, pelatih dan seluruh pihak yang terlibat untuk memberikan ruang yang sehat bagi anak-anak dalam menikmati permainan.
“Karena ini Under 15, kepada para orang tua, pelatih dan semua pihak, mari kita jaga anak-anak kita. Biarkan mereka bermain apa adanya, jaga sportivitas, jangan sampai ada tekanan-tekanan dari pihak luar kepada anak-anak kita,” katanya.
Menurut Juanda, pertandingan pada usia tersebut seharusnya menjadi bagian dari proses belajar. Anak-anak tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga pengalaman menghadapi lawan, membangun kerja sama, disiplin dan belajar menerima hasil pertandingan.

Wakil Bupati Tapin melakukan tendangan pertama tanda dimulainya Turnamen U15 BRE CUP 2026 di lapangan Dwi Dharma Rantau. (18/9/26). Foto: Baim
Penyelenggaraan BRE Cup VIII sendiri mempertemukan 16 tim, dengan peserta berasal dari Tapin dan sejumlah daerah lain di Kalimantan Selatan. Kehadiran tim dari luar Tapin menjadi kesempatan bagi pemain lokal untuk menguji kemampuan menghadapi karakter permainan yang berbeda.
Ketua Askab PSSI Tapin Ferdy Setiawan menyebut BRE Cup merupakan bagian dari proses pembinaan dan pendidikan sepak bola usia dini di Kabupaten Tapin. Ia berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan generasi muda yang disiplin, sportif dan berprestasi.
Sementara itu, General Manager PT Bhumi Rantau Energi Yardi Aswan menjelaskan, BRE Cup telah menjadi bagian dari perjalanan pembinaan sepak bola yang dilakukan perusahaan sejak 2014.
Kompetisi tersebut sempat terhenti pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19, sebelum kembali berkembang dengan fokus pada pembinaan pemain usia muda.Dukungan terhadap pembinaan tersebut juga terlihat dari perjalanan turnamen pada tahun-tahun sebelumnya.
BRE Cup VII pada 2025 digelar untuk kategori U-13 dan diikuti 16 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.Dalam perkembangannya, PT BRE juga menyebut sejumlah pemain binaan mereka telah mendapat kesempatan mengikuti seleksi Tim Nasional Indonesia kelompok usia 17 tahun serta tampil di kompetisi tingkat provinsi dan nasional.
Atas konsistensi tersebut, Wakil Bupati Tapin H. Juanda menyampaikan apresiasi kepada PT Bhumi Rantau Energi yang terus memberikan ruang bagi anak-anak Tapin dan Kalimantan Selatan untuk berkembang melalui olahraga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapin, Ulun mengucapkan terima kasih kepada PT BRE atas komitmen dan konsistensinya dalam melaksanakan turnamen ini,” ucapnya.
Ia berharap BRE Cup terus menjadi wadah yang sehat bagi anak-anak untuk bertumbuh, menemukan pengalaman baru dan mengembangkan potensi mereka. Sebab, menurutnya, prestasi tidak selalu harus dimulai dari panggung yang besar. Bisa saja, langkah pertama menuju sepak bola nasional justru dimulai dari lapangan tempat anak-anak muda hari ini bermain, belajar dan menikmati pertandingan.