TERAS7.COM – Keselamatan peserta didik menjadi perhatian utama di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Balangan. Kebijakan sejumlah sekolah mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pun mendapat dukungan dari legislatif.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, menilai keputusan sekolah bersama Dinas Pendidikan setempat untuk menerapkan PJJ merupakan langkah preventif yang tepat guna melindungi siswa dari risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kami sangat mendukung tindakan cepat kepala sekolah dan Dinas Pendidikan yang menerapkan PJJ. Ini keputusan yang tepat. Jangan sampai anak-anak kita terpapar ISPA karena asap. Kesehatan siswa lebih penting daripada memaksakan kehadiran di kelas,” tegas Saiful Arif, Senin (21/9/2026).
Menurut Saiful, penyesuaian metode pembelajaran diperlukan selama paparan kabut asap masih mengganggu aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara.
Politikus Partai Demokrat tersebut mengatakan, persoalan ini juga menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang diserap melalui program SAPU AMAS (Sambangi dan Pungut Aspirasi Masyarakat) yang rutin dilaksanakannya. Berbagai masukan dari lingkungan pendidikan menunjukkan perlunya langkah antisipatif agar proses belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa.
Untuk itu, Saiful meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan memberikan panduan dan arahan yang jelas kepada seluruh satuan pendidikan, baik jenjang SD maupun SMP, mengenai mekanisme pelaksanaan PJJ.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data kualitas udara dari instansi berwenang, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembelajaran.
“Jika indeks pencemaran udara sudah tidak sehat, jangan ragu untuk PJJ. Guru bisa memanfaatkan pembelajaran daring. Ini juga untuk melindungi guru dan tenaga kependidikan,” ujarnya.
Selain mendorong penerapan PJJ, Saiful mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak selama berada di rumah. Aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi, sementara penggunaan masker harus menjadi perhatian apabila anak terpaksa beraktivitas di luar.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Balangan bersama seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi sumber utama kabut asap.
Menurutnya, penanganan yang cepat dan terpadu diperlukan agar kualitas udara segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali berlangsung normal seperti sedia kala.