TERAS7.COM – Aktivitas jual beli di Pasar Paringin, Kabupaten Balangan dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi pasar yang kian sepi ini mendapat sorotan tajam dari pihak legislatif karena mengancam kelangsungan hidup pedagang kecil serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota DPRD Balangan, Supianor, menyatakan keprihatinannya atas melesunya geliat ekonomi di kawasan tersebut. Menurutnya, Pasar Paringin memegang peran vital sebagai pusat perputaran ekonomi kerakyatan di Kabupaten Balangan.
“Kami prihatin melihat kondisi Pasar Paringin yang sepi. Padahal pasar ini adalah jantung perekonomian masyarakat Balangan. Kalau pasar sepi, yang terdampak langsung adalah pedagang kecil dan UMKM kita,” ujar Supianor, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah kios dan lapak baik di Pasar Modern Paringin maupun Pasar Adaro tampak tutup lebih awal. Para pedagang mengeluhkan anjloknya omzet harian akibat sepinya pembeli yang berkunjung.
Supianor menilai terdapat sejumlah faktor yang memicu kelesuan ini, seperti pergeseran pola belanja masyarakat ke toko modern dan platform e-commerce, serta kondisi daya beli yang melemah. Selain faktor eksternal, aspek internal seperti kebersihan, penataan parkir, dan daya tarik pasar tradisional juga dinilai perlu pembenahan total.
Guna mengatasi persoalan ini, Supianor meminta Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Perdagangan dan UMKM untuk segera duduk bersama para pedagang mencari jalan keluar.
“Kita perlu evaluasi bersama. Pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi. Misalnya dengan penataan ulang pasar agar lebih nyaman, bersih, dan menarik, serta menggelar event atau pasar murah untuk menarik pembeli kembali ke pasar tradisional,” tegasnya.
Ia menegaskan, langkah pembenahan tidak boleh hanya berfokus pada fisik bangunan, melainkan juga mencakup strategi promosi dan adaptasi terhadap tren belanja modern.
“Jangan sampai pedagang kita gulung tikar. Pasar tradisional harus kita selamatkan. Kami di DPRD siap mendukung anggaran untuk revitalisasi pasar jika memang dibutuhkan,” pungkas Supianor.
Kondisi ini pun membuat para pedagang menaruh harapan besar agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata demi menggairahkan kembali perputaran ekonomi di Pasar Paringin.