Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Akhirnya, APBD Perubahan 2019 Diketok Palu
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Akhirnya, APBD Perubahan 2019 Diketok Palu

Rizki Saputera
Rizki Saputera 12 Agustus 2019, 20.51
Share
WhatsApp Image 2019 08 12 at 20.15.33
SHARE

TERAS7.COM – Setelah diajukan pada akhir Juli 2019 yang lalu, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2019 akhirnya disahkan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar pada Senin sore (12/8).

Raperda APBD Perubahan 2019 ini disepakati usai penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Banjar yang secara bulat menyetujui Raperda yang diajukan Bupati Banjar ini.

Namun dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Banjar, H. Rusli ini ada beberapa fraksi yang memberikan catatan dalam APBD-P 2019 ini.

Seperti Fraksi PKB dengan Juru Bicara Habib Ahmad Baharun berharap lembaga di pemerintahan daerah dapat terus menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

WhatsApp Image 2019 08 12 at 20.15.22 1
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar yang menyetujui APBD-P 2018 ini dipimpin Ketua DPRD Banjar, H. Rusli

“Kami mengapresiasi PAD yang mengalami kenaikan, diharapkan lembaga terkait pendapatan dapat terus menggali sumber pungutan daerah yang baru berdasarkan aturan yang ada. Selain itu kemajuan pembangunan harus di dukung tingginya daya saing yang dapat dilakuka dengan memberikan pelatihan pada sumber daya manusia untuk pengembangan ekonomi dan produk lokal. Kami berharap produk lokal berkembang dan bermunculan hingga dapat dipasarkan ke luar daerah,” katanya.

Baca juga :

Ketua DPRD Harapkan Sekda Baru Bisa Lebih Baik Lagi

DPRD Batola Tetapkan Perubahan Propemperda, APBD Perubahan Diusulkan Rp1,7 T Lebih

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Sementara Fraksi Demokrat walaupun mengapresiasi peningkatan PAD yang didapat, namun menyayangkan ada anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tidak terserap.

“Kami sayangkan ada Anggaran untuk Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha sebesar 26 miliar dari DAK yang tidak terserap optimal sehingga harus dikembalikan kepada Pemerintah Pusat,” terang Juru Bicara Demokrat, Marbawi

Begitu pula dengan Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan Hati Nurani yang meminta agar Pemkab Banjar mempertimbangkan penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah yang tidak signifikan menyumbang PAD.

WhatsApp Image 2019 08 12 at 20.15.25
Masing-masing fraksi menyampaikan pendapat akhirnya mengenai APBD-P Tahun 2019

“Pada perusahaan daerah yang perkembangannya stagnan harus menjadi perhatian. Musti ada perubahan manajemen perusahaan dan audit keuangan pada perusahaan daerah tersebut. Selain itu pendapatan daerah yang fluktuasi turun naik juga harus dicari pemecahan masalahnya,” ungkap Juru Bicara Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan Hati Nurani, Yunita Ningsih.

Besar target Pendapatan dalam APBD-P Tahun 2019 disepakati menjadi 1,961 triliun rupiah, berkurang 10 miliar dari yang diajukan Bupati Banjar dalam Raperda.

PAD dari awalnya 157 miliar rupiah bertambah sebesar 20 miliar menjadi 187 miliar, sementara untuk dana perimbangan berkurang 37 miliar menjadi 1,348 triliun rupiah.

Dana Alokasi Umum (DAU) dikoreksi sebesar 754 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari 345 miliar rupiah berkurang menjadi 288 miliar rupiah.

WhatsApp Image 2019 08 12 at 20.15.29
Akhirnya APBD-P 2019 yang diajukan pada akhir Juli 2019 yang lalu disahkan

Pendapatan lain dalam APBN-P Tahun 2019 tersebut sebesar 415 miliar, berasal dari hibah, bagi hasil pajak dengan provinsi, dana otonomi khusus dan dana desa

Sementara dari sisi belanja daerah terjadi penambahan sebesar 41 miliar menjadi 2,067 triliun rupiah, dimana belanja tak langsung terjadi penambahan sebesar 1 miliar menjadi 1,109 triliun.

Belanja langsung tersebut rinciannya antara lain belanja pegawai yang bertambah menjadi 742 miliar, belanja hibah yang bertambah 500 juta menjadi 21,7 miliar dan belanja bansos yang berkurang 100 juta menjadi 7,9 miliar rupiah, sedangkan untuk belanja tak terduga sebesar 2 miliar tidak ada perubahan

Belanja langsung dalam APBD-P 2019 bertambah 40 miliar jadi 957 miliar, rinciannya adalah belanja pegawai yang berkurang 1 miliar jadi 126 miliar, belanja barang dan jasa bertambah 43 miliar jadi 466 miliar, belanja modal sebesar 365 miliar dan modal pembiayaan yang bertambah 51 miliar menjadi 116 miliar.

Defisit dalam APBD-P Tahun 2019 pun bertambah 51 miliar menjadi 116 miliar dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SiLPA) sebesar 0 rupiah.

WhatsApp Image 2019 08 12 at 20.15.20 1
Juru bicara Banggar DPRD Banjar, Mulkan menyampaikan hasil rapat pembahasan antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemkab Banjar

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Banjar, Mulkan menyampaikan bahwa selain rincian APBD-P Tahun 2019 ini disepakati pula beberapa hal dalam rapat Banggar DPRD Banjar bersama Tim Anggaran Pemkab Banjar.

“Kedepan kami bersepakat RPJMD harus bisa dicapai, selain itu harus meningkatkan lagi PAD dari perizinan reklame dan perusahaan pertambangan serta pungutan parkir yang terukud. Dinas PUPR Kabupaten Banjar juga harus mengkoordinasikan kontraktor. Pembangunan dikawasan terpencil dan pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan, juga jumlah puskesmas perlu ditambah. Terakhir pertumbuhan ekonomi melalui pertanian, pertambangan dan wisata alam diharapkan dapat mendongkrak PAD,” jelas Mulkan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
1 Review 1 Review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11
IMG 20260828 WA0022 e1787888367224
Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!
28 Agustus 2026, 11.40
WhatsApp Image 2026 08 27 at 15.50.49 2
Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu
29 Agustus 2026, 09.32
IMG 20260825 WA0002
3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak
29 Agustus 2026, 09.49

You Might Also Like

Ketua DPRD Harapkan Sekda Baru Bisa Lebih Baik Lagi

DPRD Batola Tetapkan Perubahan Propemperda, APBD Perubahan Diusulkan Rp1,7 T Lebih

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?