TERAS7.COM – Gas Elpiji 3 Kilogram di Kota Martapura Kabupaten Banjar kembali langka dan harganya mencapai harga 45 ribu rupiah per tabung hingga Selasa (13/10).
Padahal Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Banjar dan pihak Pertamina telah mengadakan operasi pasar di setiap pangkalan yang ada di Kabupaten Banjar untuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg dengan harga yang lebih murah.
Akan tetapi faktanya di lapangan sampai saat ini masih terjadi kelangkaan dan harga yang dijual melebihi harga normal, yakni Harga Eceran Tertinggi (HET).
Perwakilan PC PMII Martapura, Lisa Salsabila saat melakukan audiensi bersama DPRD Kabupaten Banjar mengatakan harusnya gas elpiji di jual dengan sesuai harga HET.
“Karena dimasa pendemi Covid-19 seperti sekarang perekonomian masyarakat belum stabil, sehingga pemerintah harus bertindak untuk mengatasi hal ini,” katanya.

Apalagi menurut Lisa Salsabila, saat gas langka dan harganya melonjak naik ini saat membebani masyarakat.
“Saat gas langka, pasti harga akan melonjak naik diatas harga HET dan membebani kebutuhan rumah tangga masyarakat, pemerintah perlu bertindak untuk mengatasi permasalahan ini,” tuturnya .
Saat dikonfirmasi Kepala Bidang Perdagangan Jimmy pada Selasa (13/10) mengatakan pihaknya akan menunggu di panggil DPRD Kabupaten Banjar terkait permasalahan gas elpiji untuk melakukan forum diskusi serta konfirmasi dalam menangani masalah langka dan mahalnya gas elpiji 3 kg.
“Disperindag akan menunggu instruksi panggilan untuk membahas terkait solusi menangani kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji 3 kg, serta tindakan yang akan dilakukan selanjutnya,” ujarnya.
Jimmy juga memaparkan secara tugas fungsi sudah melakukan pembinaan sosialisasi ke pangkalan-pangkalan dengan PPertamina untuk pendistribusian gas elpiji tepat sasaran dan tepat harga serta melakukan sidak.

“Kami sudah melakukan pembinaan dan melakukan sidak untuk mensosialisasikan himbauan agar tidak menjual gas diatas harga normal berdasarkan Surat Edaran Gubernur dan Surat Edaran Bupati Kabupaten Banjar,” ungkapnya.
Jimmy mengatakan karena permasalahan ini masih terjadi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sekertariat Daerah bagian ekonomi untuk mencari solusi agar terjadinya kelangkaan gas ini tidak berlangsung lama.
“Kami akan mengakomodir keluhan masyarakat dan melakukan koordinasi dengan setda bagian ekonomi untuk melakukan pembahasan mengenai gas elpiji ini agar pendistribusian gas elpiji ini dari pangkalan lebih tertib dan harga eceran tetap stabil,” pungkasnya.