Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Pagar Yang Bikin Pusing
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pagar Yang Bikin Pusing

Tim Redaksi
Tim Redaksi 31 Juli 2018, 15.29
Share
2e7371b6 90fb 4936 a6af f5218e9bec12
SHARE

TERAS7.COM – Puluhan warga masyarakat Perumahan Permata Lambung Mangkurat Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru mengadakan audiensi yang difasilitasi oleh DPRD kota Banjarbaru melalui Komisi 3 di ruang rapat DPRD kota Banjarbaru pada Selasa (31/07).

Audiensi tersebut dihadiri oleh puluhan warga, Camat Cempaka, Lurah, Ketua RT, Dinas Perumahan dan permukiman Kota Banjarbaru dan Developer dari PT. Sukses Bangun Pertiwi.

Adapun yang dibahas dalam audiensi tersebut, adalah membahas tentang permasalahan yang terjadi di Perumahan Permata Lambung Mangkurat, yang memiliki dua sertifikat dari 2 pemilik perumahan, dan tembok beton yang berdiri di area fasilitas umum pintu masuk gerbang utama yang dilakukan oleh PT. Ramsa Cipta Pratama.

97a7d9e2 7e32 4662 890d aa2226a4bfd2

Dalam kronologisnya, pada tanggal 4 Februari 2010 dilakukan pembuatan dan pengesahan site plan oleh Dinas kebersihan Tanaman dan Tata Ruang Kota Banjarbaru, terhadap PT Lambung Mangkurat Cipta Persada yang berlokasi di Jalan SMA Unggul Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru dengan luas 67224 M2 dengan sertifikat SHM nomor 2976 dan 2962.

Baca juga :

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Permohonan IMB dilakukan pada tanggal 22 Februari 2012 di BPITP Kota Banjarbaru, setelah dilakukan pengecekan lapangan oleh Dinas Perumahan kawasan Kota Banjarbaru pada Juli 2012.

Sejak tahun 2010 developer sudah memasarkan Perumahan melalui pameran expo diantaranya di Duta Mall Banjarmasin dan di pameran Kalimantan Selatan Expo pada Juli 2011 di lapangan Murjani Kota Banjarbaru, dengan menawarkan konsep pembangunan jalan yang sudah teralokasi dengan jelas.

Seiring berjalannya waktu pembangunan Perumahan tersebut sempat mangkrak dan kawasan perumahan dibeli oleh dua pihak yaitu di bagian depan dibeli oleh dr Supriyanto Darmorejo dari PT Ramsa Cipta Pratama dan di bagian belakang dibeli oleh Ahmad Falah yang bernaung di PT Sukses Bangun Pertiwi dengan cara take over dari BTN.

Supriyanto pihak yang membeli bagian depan perumahan yang juga tidak berhadir pada kondisi tersebut diketahui telah melakukan pemagaran permanen pintu utama yang mana masuk dalam area fasilitas umum (fasum).

Akbar salah Seorang warga perumahan Permata Lambung Mangkurat dalam audiensi menyampaikan, bahwa ia adalah orang yang pertama kali membeli perumahan pada tahun 2010 di bagian depan dari PT. Lambung Mangkurat Cipta Persada.

Ia pun mengaku kaget, setelah melihat ada aktivitas pemagaran beton permanen yang mengelilingi seluruh bagian depan samping dan belakang.

“Sebelum bulan puasa, kemarin saya kaget juga melihat di bagian depan pintu gerbang ditutup, dan hanya diberi Jalan akses satu mobil dan kemudian tidak lama setelah itu juga dilakukan pemagaran di samping dan di belakang di bagian depan ini cuma ada 2 rumah rumah saya dan satunya rumah orang,” ujarnya.

Permasalahan tersebut juga dirasakan oleh Neneng, warga Perumahan Permata Lambung Mangkurat yang mengambil di bagian belakang, ia mengatakan bahwa ia telah membeli Perumahan sejak tahun 2010 dengan hara 250 juta rupiah, namun mulai dibangun pada tahun 2015 dan baru selesai pada tahun 2017.

“Tujuh tahun saya membeli rumah ini dan baru selesai pada tahun 2017,  kemarin saya sempat takut juga kenapa ini proses pembangunannya lambat jangan jangan ada masalah,”tambahnya

Karena mengganggu akses keluar masuk, sempat ingin membongkar pagar beton tersebut namun dihalangi oleh preman yang diduga perintah dari PT Ramsa Cipta Pratama.

Hal yang sama juga dirasakan oleh beberapa warga, yang tinggal di Perumahan Permata Lambung Mangkurat.

Menyikapi hal itu, warga melakukan audiensi bersama instansi terkait yang difasilitasi oleh DPRD kota Banjarbaru.

Saidan Fahmi adalah salah seorang konsumen yang baru saja membeli perumahan tersebut pada tahun 2017 lalu.

Namun saat ia melihat pemagaran keliling yang dilakukan oleh Supriyanto, dirinya lalu mencari tahu permasalahan tersebut.

Sebab diketahuinya, area pemagaran tersebut adalah area fasilitas umum yang mana secara aturan tidak dibolehkan untuk dilakukan pembangunan atau pemekaran.

“Pada awalnya kita hanya mengetahui bahwa Perumahan Permata Lambung Mangkurat ini, adalah milik PT Lambung Mangkurat Cipta Persada, namun seiring berjalannya waktu ada dilakukan pemagaran dan kita mengumpulkan informasi ternyata perumahan ini sudah dibeli oleh dua perusahaan, yakni PT Ramsa Cipta Pratama di bagian depan dan PT Sukses Bangun Pertiwi di bagian belakang yang dibeli secara take over dari PT Lambung Mangkurat Cipta Persada,” terangnya.

Amud Falah selaku Developer yang membeli bagian belakang perumahan Permata Lambung Mangkurat menyampaikan, bahwa ia hanya membeli secara take over dari PT Lambung Mangkurat Cipta Persada,  lewat BTN sebanyak 60 kapling tanah, dimana kaplingan tersebut akan dijualnya kembali dengan membangun perumahan.

“Di sini saya hanya membeli tanah kaplingan dari BTN dengan cara take over. Ini akan saya jual kembali untuk membangun perumahan, pemagaran tersebut juga menjadi kendala saya untuk melakukan pembangunan di perumahan ini karena tidak bisa dilalui oleh truk,” jelasnya.

7a0a9e34 4518 4b89 92e4 4ffd853e7250

Kepala Dinas Perumahan dan permukiman Kota Banjarbaru Kusmun menyampaikan, bahwa masalah ini akan dilakukan penyelidikan secara bertahap.

Memang lanjutnya, kalau sesuai aturan bahwa status fasum tidak boleh dilakukan pemagaran apalagi hal ini sangat meresahkan masyarakat.

“Sampai saat ini saya belum menerima keterangan fasum untuk perumahan Permata Lambung Mangkurat, padahal seharusnya kalau sudah ada pembangunan berarti perumahan tersebut sudah memiliki fasum,” ungkapnya.

Kusmun juga menyampaikan ke depan akan dilakukan pertemuan kedua, dan akan memanggil semua pihak yang berkaitan agar duduk permasalahannya jelas dan mudah untuk bisa diselesaikan.

“Kedepannya ini, rencana kita akan memanggil semua pihak untuk mencari duduk permasalahannya, dan perlahan kita akan menyelesaikan masalah ini,” lanjutnya.

e6d710a9 d7de 4c0c 806a a8fa088dbd48

Sementara itu, Ketua Komisi 3 DPRD kota Banjarbaru Bambang S Roni mengatakan, sebagai wakil rakyat hanya memfasilitasi apa yang menjadi keinginan dari warga perumahan Permata Lambung Mangkurat.

Dari kasus tersebut,  dinilai para pengembang tidak mematuhi aturan yang ada dan telah cacat hukum dan bisa dipidana.

“Di sini kita lihat sudah ada site line, kalau sudah ada, harusnya mereka tahu nggak boleh diperjual belikan dan jelas ini cacat hukum dan bisa dipidana,” pungkasnya.

Sementara Supriyanto dari PT Ramsa Cipta Pratama tidak berhadir padahal tensi tersebut diketahui adalah seorang Direktur Rumah Sakit Tulungagung.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry1
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
7 Reviews 7 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34

You Might Also Like

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Penanganan Dampak Karhutla Jadi Fokus Emi Lasari dalam Resesnya di Landasan Ulin

Relawan Ujung Tombak Padamkan Karhutla Banjarbaru, Emi Desak Dapur Umum hingga Operasional Dipenuhi

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?