TERAS7.COM – Karena debit air yang semakin meningkat, ratusan warga terdampak banjir asal Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola), terpaksa harus mengungsi ke kecamatan tetangga.
Mereka menempati beberapa tempat pengungsian, salah satunya, Gedung Bulu Tangkis yang terletak di Desa Sungai Sahurai Kecamatan Rantau Badauh.Winarti, seorang relawan KNPI Batola mengatakan, ada sekitar 200 warga yang dievakuasi dan menempati sejumlah pengungsian di Kecamatan Rantau Badauh.
Ia menambahkan, warga terdampak banjir tersebut, dievakuasi dengan menggunakan truk.
Warga yang diungsikan ini, timpal Winarti, kebanyakan beralamat di desa yang berbatasan langsung dengan kecamatan Rantau Badauh sehingga lebih dekat untuk mengungsi.
Ia juga mengungkapkan, saat ini pengungsi menempati beberapa posko yang ada di Kecamatan Rantau Badauh, seperti di Desa Sungai Sahurai, Danda Jaya, Sungai Gampa dan Sungai Bamban.
Lebih lanjut, ungkap Winarti, keperluan warga yang mengungsi, seperti logistik cukup terpenuhi. Begitu juga dengan pakaian, makanan, layanan kesehatan, maupun MCK.
Ia menandaskan, bantuan-bantuan itu berasal dari pemerintah, sejumlah pihak swasta dan sumbangan dari warga sekitar pengungsian.Sementara itu, seorang warga Jejangkit mengaku bersyukur setelah dapat dievakuasi.
Ia bercerita, selama empat hari terjebak dalam kepungan banjir setinggi pinggang orang dewasa.Karena itu, diakuinya, ia beserta beberapa tetangganya, tidak mungkin bertahan lebih lama lagi di rumah.
“Alhamdulilah. Akhirnya bisa diungsikan ke posko pengungsian ini,” ucapnya.
