TERAS7.COM – Berdasarkan data terabru Badan Penanggulangan Bencana Daerah Senin (18/01/20). jam 17.00 WITA, dari total delapan kecamatan di Kabupaten Balangan, ada tujuh Kecamatan yang terdampak banjir.
Diantaranya ada, Kecamatan Halong, enam desa Yang terdampak, Kecamatan Juai, ada 11 desa, Kecamatan Tebing-Tinggi, ada tujuh desa, Kecamatan Awayan, ada enam desa, Kecamatan Paringin Selatan, ada 11 desa, Kecamatan Paringin, ada 10 desa, dan terakhir ada Kecamatan Lampihong 21 Desa.
” Dari tujuh kecamatan yang terendam banjir, ada total 6.235 kepala keluarga (Kk) 19.100 jiwa yang terdampak,” ujar Kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love.
Dari Depan Kecamatan, dengan total 72 Desa yang terdampak, di Kecamatan Halong ada Desa Baru Panyambaran, Malunyuk, Bahan Hilir, Tabuan, Palapil dan Desa Kapul, Kecamatan Awayan Desa Putat Basiun, Pulantan, Pasar Awayan, Badalungga, Badalungga Hilir dan Muara Jaya.
Kecamatan Juai, Desa Galombang, Bata, Mihu, Teluk Bayur, Mungkur Uyam, Buntu Karau, Sirap, Ninian, Juai, Marias, Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Mayanau, Gunung Batu, Sungsum, Ju’uh, Simpang Bumbuan, Simpang Nadung dan Tebing Tinggi.
Kecamatan Paringin, Teluk Keramat , Hujan Mas, Desa Kalahiyang, Paran, Lok Batung, Babayau, Layap, dan Desa Lamida Bawah, serta ada dua Kelurahan Paringin Timur, dan Kelurahan Paringin Kota.
Kecamatan Paringin Selatan, Desa Murung Abuin, Murung Sari, Tarangan, Tungkap, Baruh Bahinu Dalam, Bungin, Muring Sari, Binjai, Talaga Purun, dan Desa Galumbang, dan Kelurahan Batu Piring,
Dan 21 desa Di Kecamatan Lampihong, Desa Kandang Jaya, Pimping, Matang Lurus , Tanah Habang Kanan, Tanah Habang Kiri, Mundar, Teluk Karya, Matang Hanau, Papuyuan, Lok Hawang, Kusambi Hilir, Simpang Tiga, Sungai Awang, Teluk Karya, Hilir Pasar, Sungai Tabuk, Jimamun, Kusambi Hulu, Lampihong Kanan, dan Desa Maliau.
Sementara untuk penyebab banjir, pihaknya mengatakan di karenakan curah yang tinggi sejak kemarin rabu, di daerah pegunungan sehingga membuat meluapnya air sungai kepemukiman warga. Sementara ketinggian banjir bervariasi antara 30 cm hingga dua meter,
“Dari data tersebut bisa saja semakin membesar dampaknya, kita tetap harus selalu waspada,” pungkasnya.