TERAS7.COM – Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau, hal tersebut dapat dilihat dari intensitas hujan yang mengalami penurunan. Tentu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi momok yang harus dihadapi di musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Sekretaris Pelaksana, Iswantoro menyatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran dari Penjabat Gubernur, Safrizal ZA tentang antisipasi karhutla.
Selain itu, disampaikan Iswantoro, BPBD Provinsi Kalsel juga telah melakukan sosialiasi, pembasahan dan edukasi guna mengantisipasi karhutla di Bumi Lambung Mangkurat.
Adapun untuk pembahasan, ia mengaku pihaknya sudah melakukannya di lahan gambut yang terkenal jika terbakar akan sulit dipadamkan, dan menghasilkan asap yang mengaburkan pandangan, serta menyesakkan.
“Daerah ring 1 (kawasan Bandara Syamsudin Noor) sudah kita lakukan pembahasan lahan gambut supaya mengurangi resiko terbakar,” ujarnya kepada Teras7.com. Selasa (22/03/2021).
Kemudian, untuk dana anggaran Karhutla, pihaknya masih belum mengetahui, sebab hal tersebut perlu dirapatkan dan harus memiliki SK tanggap darurat terlebih dahulu.
Adapun seperti Provinsi Riau, Kalimantan Barat sudah menetapkan status darurat Karhutla, namun untuk Kalsel sendiri, Iswantoro menyatakan bahwa masih di status kesiapsiagaan, karena untuk menentukan status darurat Karhutla disetiap daerah itu memerlukan beberapa persyaratan.
“Ada syarat untuk menentukan status darurat, misalnya beberapa Kabupaten/Kota sudah menentukan status darurat, dan jumlah titik api ada berapa persen,” terangnya.
Ia juga mengatakan bahwa seperti tahun-tahun sebelumnya, BPBD Provinsi Kalsel memiliki sedikitnya 5 buah posko untuk penanganan Karhutla.
“Pertama, yakni posko utama ada di Halaman Kantor BPBD. Kedua, posko Sambang Lihum. Ketiga, posko Bati-Bati. Keempat, posko Mandastana, dan Kelima posko Batu Damar,” ucapnya.
Untuk personel sendiri, disampaikan Iswantoro bahwa BPBD Kalsel dibantu oleh sejumlah relawan yang diatur oleh BNPB, terdiri dari anggota BPBD Kalsel, TNI – POLRI, dan masyarakat.
“Rasio dari BNPB itu, ada 3 dibagi rata untuk BPBD, TNI, POLRI, dan 7 dari masyarakat,” tuturnya.
Koordinasi dengan BNPB, BPBD Kabupaten/Kota, TNI-Polri juga sudah dilakukan, dan saat ini pihaknya mengaku tinggal menunggu arahan dari BNPB pusat terkait penerapan status karhutla di Kalsel.
Iswantoro berpesan agar masyarakat dapat berwaspada dengan musim kemarau yang diprediksi akan mengalami puncaknya di bulan Juli sampai September mendatang.
Sementara itu, Kasubid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Baihaki mengatakan bahwa pihaknya sudah siap siaga dengan ancaman terjadi karhutla di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarbaru.
“Untuk penanganan Karhutla, BPBD Banjarbaru sudah siapkan 4 unit mobil tangki lengkap dengan alat pemadam kebakaran, kemudian di semua MPA (Masyarakat Peduli Api) juga kita lengkapi dengan unit pemadam kebakaran, serta dibantu juga oleh Pemadam Kebakaran Swadaya Masyarakat,” katanya.
Baihaki juga menghimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, ataupun membuka lahan dengan cara dibakar, karena hal tersebut di musim kemarau sangat berpotensi menimbulkan Karhutla.