TERAS7.COM – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim Muhammad Jauhar Efendi atau yang lebih dikenal dengan MJE menerima kunjungan Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kaltim.
Acara audiensi dipimpin Ketua Harian Forkoda Kaltim Majedi Darham didampingi Dewan Pakar Forkoda Kaltim Aji Sofyan, serta delegasi masing-masing calon DOB kabupaten dan kota.
MJE menyampaikan Pemprov Kaltim masih menunggu hasil kajian dan persetujuan pemerintah daerah setempat (bupati/walikota dan DPRD).
“Kajian ilmiah sesuai kewenangan gubernur. kita juga melakukan penelitian rasionalitas dan lainnya,” kata MJE di ruang kerjanya, lantai 6 Kantor Gubernur Kaltim.
Intinya, tambah Jauhar, pemekaran wilayah jangan sampai induknya semakin miskin, sementara daerah yang baru tidak berkembang.
“Tujuan pemekaran adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Ketua Harian Forkoda Kaltim Majedi Darham menyebutkan audiensi guna menyampaikan pemekaran wilayah di Kaltim, terdiri Berau (Berau Pesisir Selatan), Kutai Kartanegara (Kutai Pesisir dan Kutai Tengah), Kutai Timur (Kutai Utara), Samarinda (Kota Samarendah) dan Paser (Paser Selatan).
“Ada enam DOB sudah maju. Tapi dua masih berproses menyiapkan persyaratan, sedangkan empat daerah sudah direkomendasikan DPD-RI dan kita dorong sama-sama,” ujarnya.
Ditambahkannya, seraya melengkapi berbagai persyaratan ketika moratorium pemekaran daerah dibuka, maka Forkoda segera mengusulkan, terutama empat daerah yang sudah mendapatkan persetujuan DPRD dan kepala daerah setempat didukung rekomendasi DPD-RI ke Presiden RI.
“Semoga ketika IKN benar-benar terwujud di Kaltim, DOB kita juga sudah terbentuk,” harapnya