TERAS7.COM – Vaksinasi merupakan upaya pemerintah dalam membentuk kekebalan tubuh seseorang, agar terhindar dari paparan virus corona sehingga kehidupan dapat kembali normal.
Namun, beberapa orang yang sudah divaksin rupanya masih dapat berpotensi terpapar Covid-19, tapi gejalanya tidak akan seberat orang yang belum divaksin.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr. H. Taufiqurrahman Hamdie, menjelaskan, ada beberapa faktor kemungkinan yang mempengaruhi seseorang masih dapat terpapar Covid-19 meski usai divaksin, salah satunya orang tersebut sudah terpapar sebelum melakukan vaksinasi.
Terlebih, pembentukan optimal antibodi setiap orang berbeda-beda yang dapat berselang 14 sampai dengan 28 hari setelah suntikan kedua dan yang terakhir belum tercapainya serologi antibodi.
“Dari hasil penelitian bahwa kadar serologi SARS-Cov-2 itu kadarnya harus diatas 250, jika kadarnya belum tercapai angka maksimal tersebut itu biasanya terpapar,” ujarnya. Minggu, (25/7/2021).
Walaupun dia terpapar dibandingkan orang yang tidak tervaksinasi, maka risiko kesakitan dan kematian lebih rendah. Jadi wajar saja dia terpapar tapi tidak separah orang yang tidak tervaksin sama sekali.
“Saya mengingatkan agar orang yang sudah divaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, pasalnya usai divaksin tubuh memerlukan waktu dalam membentuk kekebalan,” tukasnya.