TERAS7.COM – Pandemi Covid-19 yang belum usai hingga sekarang membuat pemerintah pusat memutuskan agar pemerintah daerah melaksanakan kebijakan refocusing dalam pengelolaan anggaran.
Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Banjar yang akan melaksanakan refocusing pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan Tahun 2021.
Tujuan utama kebijakan refocusing anggaran ini sendiri untuk mengatasi Pandemi Covid 19, pemulihan ekonomi dan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan bertahap kepada masyarakat termasuk wilayah Kabupaten Banjar.
Bupati Banjar, Saidi Mansyur pada Senin (23/8/2021) mengungkapkan rencana pelaksanaan refocusing anggaran ini sudah mulai dijalankan.

“Untuk detailnya ada pada dinas terkait, yang pasti terkait refocusing anggaran ini mau tak mau dan suka tak suka harus kita jalankan, misalnya seperti meniadakan perjalanan dinas dan belanja yang tak diperlukan,” bebernya.
Refocusing anggaran ini lanjutnya membuat banyak kegiatan pembangunan yang dilakukan pemerintah tertunda, hal ini membuatnya prihatin.
“Tetapi kebijakan ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Banjar, namun setiap Daerah mengalami hal yang sama. Sehingga kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi pandemi ini agar pandemi ini segera berakhir, dengan mensukseskan program vaksinasi, menjaga protokol kesehatan dengan memperhatikan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas),” pesannya.
Refocusing anggaran ini sendiri dilakukan dengan rasionalisasi dan penyesuaian anggaran terhadap program kegiatan SKPD Pemerintah Kabupaten Banjar dan akan ditindaklanjuti melalui APBD Perubahan Tahun 2021.
Kebijakan refocusing anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Banjar sendiri mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi COVID-19 dan Dampaknya.
Berdasarkan PMK tersebut, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Kabupaten Banjar dari pemerintah pusat mengalami pengurangan sebesar 22,4 miliar rupiah menjadi 674 miliar rupiah.
Sementara itu dari sisi pendapatan di APBD Tahun 2021, termasuk dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2020 mengalami penurunan pendapatan sebesar 74,9 miliar rupiah, disisi lain Kabupaten Banjar harus melakukan refocusing anggaran 8 persen dari DAU, minimal sebesar 53,9 miliar rupiah.
Sehingga total rasionalisasi dan refocusing anggaran yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar menjadi sebesar 151 miliar rupiah, dimana 68 miliar rupiah diantaranya digunakan untuk penanganan Covid-19.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-litbang) Kabupaten Banjar, Galuh Tantri Narindra menambahkan rencana refocusing anggaran ini dipublikasikan agar masyarakat dan SKPD memahami tujuan hal tersebut.

“Refocusing anggaran ini bukan hanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar saja, tapi juga daerah lain, karena saat ini penanganan Covid-19 diutamakan dan menjadi kebijakan nasional agar segera bisa diselesaikan. Sementara pembangunan lainnya seperti infrastruktur harus dikurangi,” bebernya.
Galuh Tantri Narindra mengatakan dengan dipublikasikannya rencana refocusing anggaran ini, diharapkan masyarakat bisa mengerti dan paham kenapa beberapa kegiatan pembangunan harus ditunda agar bisa bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan Covid-19.
Terkait pos anggaran yang harus dipotong selain infrastruktur, hal-hal lain seperti perjalanan dinas, sosialisasi hingga bimtek di hotel dan sebagainya juga harus terkena pemotongan, namun bisa digantikan dengan pelaksanaan melalui virtual dan menggunakan fasilitas milik pemerintah sendiri seperti aula milik SKPD.
“Yang penting pencapaian target indikator di masing-masing SKPD bisa dicapai, walau secara kualitas sedikit dikurangi, yang penting hasilnya efektif dan efisien,” katanya.
Rencananya anggaran hasil rasionalisasi dan refocusing anggaran ini selain digunakan untuk penanganan Covid-19, nantinya juga akan digunakan untuk pemulihan ekonomi dan mencapai visi-misi Bupati-Wakil Bupati Banjar, seperti penyaluran modal usaha dengan bunga 0 persen.