TERAS7.COM – Sebelumnya Kota Banjarmasin dihebokan dengan mural bertuliskan “Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan” yang berada di sebuah dinding di pinggir jalan kota berjuluk Seribu Sungai tersebut.

Tak bertahan lama, mural tersebut langsung dihapus oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin, karena dinilai mengandung kalimat yang bisa meresahkan masyarakat.

Menyikapi jika hal tersebut terjadi di daerahnya, Wakil Walikota Banjarbaru, Wartono mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa serta merta langsung melakukan penindakan.

Akan tetapi, pihaknya akan melihat terlebih dulu apakah mural yang dimaksud nantinya mengandung unsur provokasi yang bisa menimbulkan polemik di masyarakat atau tidak.
“Kalau itu sudah menimbulkan provokasi, ya akan kita larang,” ungkapnya saat ditemui jurnalis teras7.com diruang kerjanya. Rabu (25/8/2021).
Apalagi menurutnya, di zaman seperti ini hoax atau kabar bohong sudah semakin meluas. Dimana hal tersebut sangat membahayakan bagi masyarakat.
“Biasanya orang tidak menyaring tapi langsung sharing (membagikan). Jadi apapun yang diupload (unggah) di media sosial kalau kita tidak menyaring atau hati-hati bisa membahayakan,” tuturnya.
Lebih jauh, jika mural yang berisikan kritikan yang notabenenya membangun, Wakil Walikota Banjarbaru ini mengaku tidak masalah dan tidak alergi akan hal tersebut.
Disamping itu, Wartono juga memahami mural adalah bentuk pengekspresian seniman atas apa yang dirasakannya saat ini.
Jika berkaca dengan mural “Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan” di Banjarmasin, ia mengaku pihaknya sudah menjalankan solusi untuk menjawab keresahan masyarakatnya di Banjarbaru.
“Kami sendiri sudah maksimal memberikan perhatian terhadap orang yang terpapar wabah. Seperti warga isoman (isolasi mandiri), kita sudah memikirkan bagaimana ia dirumah untuk makan, terus siang dan malam diberi obat dan lain-lain, dan masyarakat tidak tahu akan hal itu,” terangnya.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa wabah ini memang berdampak terhadap masyarakat. Namun, untuk masyarakat yang terpapar oleh wabah, ia mengaku sudah berusaha maksimal dalam memperhatikan.
“Makanya di Banjarbaru itu ada Garda Lima untuk mengkoordinasikan agar jangan sampai ada orang yang terkena wabah Covid-19 yang isoman di rumah tapi tidak diperhatikan,” tandasnya.