TERAS7.COM – Dalam rangka mempererat kerukunan antar umat beragama, Kodim 1008/Tabalong menggelar kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama Semester II Tahun 2021.
Acara yang dipimpin langsung Dandim 1008/Tabalong Letkol Inf Ras Lambang Yudha, di Aula Makodim Jl. Jaksa Agung Soeprapto, Tanjung, turut dihadiri Pa Staf Kodim, Kepala Kantor Urusan Agama Tanjung, FKPPI, PPM, Tokoh Agama dan Kepemudaan.
Dengan mengangkat tema mewujudkan Binter TNI AD yang adaptif melalui kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama demi mencegah konflik sosial antar umat beragama serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa”.
Dandim 1008/Tabalong, Ras Lambang Yudha, menyampaikan, melalui kegiatan ini dapat terwujudnya solidaritas dan toleransi kerukunan antar umat beragama.
“Meskipun berbeda beda agama, suku namun tetap bersatu, bulatkan tekad untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan golongan apapun,” ujarnya.
Saat ini potensi konflik yang dilatarbelakangi oleh ketersinggungan, penistaan agama, ujaran kebencian, kesalahpahaman yang berujung aksi rusuh masih saja terjadi antar umat agama yang berbeda di berbagai penjuru tanah air.
Maka dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat terwujud solidaritas kerukunan antar umat beragama, sehingga bisa terhindar dari konflik sosial antar umat beragama yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Terwujudnya sikap toleransi dengan saling menghormati antar penganut agama yang berbeda, tidak memaksakan orang lain untuk masuk agama tertentu dan dengan kesediaan untuk menerima adanya perbedaan keyakinan,” ujarnya lagi.
Berbicara tentang ancaman, tentunya tidak terlepas dari peran dan fungsi TNI sebagai alat pertahanan negara sebagai mana yang diamanatkan dalam undang undang.
Dimana TNI merupakan penangkal setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri, demi tegaknya keutuhan dan keselamatan bangsa.
“TNI berfungsi sebagai penindak dalam setiap ancaman, menyikapi adanya ancaman tentunya sangat perlu dilaksanakan kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama,” imbuhnya.
Kemerdekaan yang telah diraih oleh para pejuang leluhur dicapai melalui nilai persatuan, dalam bingkai kebhinekaan tanpa membedakan agama atau kepercayaan apapun.
Apabila ada potensi atau bibit-bibit permasalahan yang dapat menghambat nilai-nilai ibadah agama masing-masing, segera temukan jalan pemecahannya.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat sehingga mampu memberi makna bagi para peserta demi terciptanya keamanan negara serta persatuan bangsa,” tutupnya.