Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Dulu Liar Dan di Jauhi, Kini Pemiliknya Jadi Kaya Raya
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Dulu Liar Dan di Jauhi, Kini Pemiliknya Jadi Kaya Raya

Tim Redaksi
Tim Redaksi 18 November 2021, 21.57
Share
1f38b8572cd59c72f96349323edaac65
Dulu sempat dianggap liar dan dihindari kini malah jadi primadona baru
SHARE

TERAS7.COM – Siapa yang menyangka, kalau dulu hidup liar dan di jauhi, karena dianggap tidak berguna dan hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi yang bersentuhan, kini malah jadi primadona baru, bahkan tidak sedikit orang yang memeliharanya menjadi meningkat taraf kehidupannya.

Porang? Tanaman apa itu? Orang Jawa kelahiran sebelum tahun 70-an mungkin akan kenal tanaman umbi-umbian suweg, atau iles-iles. Umbi yang berbentuk bulat dengan akar rambut di kulit luarnya dan bunganya seperti bunga bangkai. Nah porang adalah sejenis itu.

Bedanya hanya terletak pada warna umbinya. Suweg agak kuning orange, porang kuning muda. Sedangkan iles berwarna putih. Suweg bisa dimakan dengan dikukus dan dimakan dengan cocolan parutan kelapa dan garam.

Sementara Porang dan iles dulu tak pernah dilirik oleh masyarakat kita. Keduanya tidak bisa dimakan kalau hanya direbus seperti suweg. Sebab, dapat menimbulkan gatal di mulut.

4599 sosmed
Bibit porang biasa digunakan dari pembelahan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung. (foto : pertanian.go.id)

Porang dewasa umbinya besar. Beratnya sampai puluhan kilogram. Beberapa tahun terakhir, porang diekspor ke Jepang untuk bahan baku beras shirataki, atau beras diet.

Baca juga :

Hadiri Kampanye Haji Fani – Habib Taufan, Ratusan Warga Takulat: Coblos Nomor 3!

Haji Fani – Habib Taufan Kampanye di Warukin, Warga Sampaikan Dukungan

Haji Fani – Habib Taufan Tampil Apik di Debat Perdana Pilkada Tabalong

Kenapa demikian? Kementerian Pertanian RI pernah melansir bahwa tanaman porang, seperti halnya dengan tanaman umbi-umbian lain, mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan.

Karbohidrat merupakan komponen penting pada umbi porang yang terdiri atas pati, glukomannan, serat kasar, dan gula reduksi.

Glukomannan dapat dimanfaatkan pada berbagai industri pangan, antara lain, untuk produk makanan, seperti konnyaku, shirataki (berbentuk mie), sebagai bahan campuran/tambahan pada berbagai produk kue, roti, es krim, permen, jeli, selai, dan bahan pengental pada produk sirup dan sari buah.

Selain itu, glukomannan dimanfaatkan oleh industri kimia dan farmasi, antara lain, sebagai bahan pengisi dan pengikat tablet, bahan pelapis (coating dan edible film), bahan perekat (lem, cat tembok), pelapis kedap air, penguat tenunan dalam industri tekstil, media pertumbuhan mikrobia, dan bahan pembuatan kertas yang tipis, lemas, dan tahan air.

Apabila tanaman dipanen pada satu periode tumbuh, kadar glukomannan dalam ubi berkisar antara 35-39%. Kadar tersebut terus meningkat sejalan dengan umur panen yaitu 46-48%, dan 47-55% masing-masing pada dua dan tiga periode tumbuh.

Namun dimulai saat tanaman mulai berbunga hingga biji mulai masak, kadar glukomannan menurun hingga 32-35%. Oleh karena itu, panen umbi sebaiknya dilakukan sebelum tanaman mulai berbunga.

Porang bisa tumbuh di lokasi yang ada pohon tegakan di atasnya. Porang toleran dengan naungan hingga 60% di jenis tanah apa saja, di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Yang paling penting, PH tanah yang digunakan untuk menanam porang di antara 5,5 sampai 6,5.

Selain PH, air juga memiliki peran penting untuk perkembangan porang. Porang membutuhkan air dengan intensitas sedang, tidak sampai membuat tanah menjadi becek namun juga jangan sampai tanah kering.

Bibit porang biasa digunakan dari pembelahan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Musim panen porang awal antara Maret sampai April, panen paripurna di Juli sampai Agustus. Pada panen Maret-April, porang cenderung dihargai paling rendah karena kadar airnya masih tinggi. 

pule1
Porang membutuhkan air dengan intensitas sedang, tidak sampai membuat tanah menjadi becek namun juga jangan sampai tanah kering (foto :pertanian.go.id)

Sedangkan, harga tertinggi ada di panen keduanya. Yakni, antara bulan Juli-Agustus. Contoh harga porang pada 2020, untuk panen pertama sekitar Rp11 ribu. Sedangkan dari panen keduanya bisa harganya bisa mencapai 13–15 ribu per kg. Porang yang laku untuk pabrik biasanya di atas berat 0,5 kg.

Harga bibit umbi mini juga cukup menjanjikan. Umbi mini dengan isi dua sampai 60 biji per kilogram harganya bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga katak yang satu kilogram isi 200 sampai 250 butir harganya di kisaran Rp300 ribu sampai Rp350 ribu/kg.

Kini porang menjadi komoditas ekspor. Sejak 2016 sampai 2019, tren penjualan porang ke pasar ekspor selalu mengalami kenaikan. 

Pertanian.go.id menulis, tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor. Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia, dan lain sebagainya.

Berdasarkan data Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST)/Badan Karantina Pertanian (Barantan), pada semester pertama tahun ini, ekspor komoditas porang Indonesia sudah mencapai angka 14,8 ribu ton.

Angka ini telah melampaui jumlah ekspor semester pertama pada 2019 dengan jumlah 5,7 ribu ton.

Jumlah ekspor komoditas porang pada semester pertama 2021 mengalami peningkatan sebesar 160 persen dibandingkan semester pertama 2019. Adapun tujuan utama ekspor komoditas porang adalah Tiongkok, Vietnam, Thailand, hingga Jepang.

Di Indonesia, sudah ada beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini, seperti di daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung, serta Maros.

Pesatnya perkembangan lahan produksi porang tersebut, boleh jadi, karena iming-iming keuntungan dan kemudahan dalam hal proses penanaman. Selain tahan hama, porang juga mudah hidup di tanah yang tidak produktif.

Misalnya, di bawah pohon-pohon besar atau rumpun bambu. Perawatannya pun tidak serumit tanaman lain, bahkan tak butuh penyiraman. Kebutuhan akan air hanya mengandalkan curahan air di musim penghujan.

Sementara itu, seperti dilansir dari indonesia.go.id, untuk satu hektar lahan bisa memperoleh 15 hingga 20 ton umbi porang dalam rentang waktu tanam delapan bulan. Dengan harga umbi produksi sekilo Rp7.000, mereka bisa memperoleh kurang lebih Rp35 juta–Rp40 juta dalam sekali panen.

Yoyok Triyono, salah satu petani muda, merupakan petani porang generasi ketiga di rumahnya yang terletak di Madiun, Jawa Timur. Ia mengikuti jejak kakek dan ayahnya untuk menjadi seorang petani.

Bercerita Kepada Presiden

123Next Page
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Hadiri Kampanye Haji Fani – Habib Taufan, Ratusan Warga Takulat: Coblos Nomor 3!

Haji Fani – Habib Taufan Kampanye di Warukin, Warga Sampaikan Dukungan

Haji Fani – Habib Taufan Tampil Apik di Debat Perdana Pilkada Tabalong

Haji Fani – Habib Taufan Akan Serap Tenaga Kerja dari Kelompok Disabilitas

Kampanye Haji Fani – Habib Taufan Diguyur Hujan Deras, Massa Tak Goyah

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?