TERAS7.COM – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Save Meratus Jilid II, dengan lantang meneriakan ‘Save Meratus’ di tengah kerumunan masyarakat car free day dengan melakukan Long mars memutari gedung kantor Kegubernuran Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru menggotong spanduk bertuliskan #savemeratus seraya menyanyikan yel-yel perjuangan, pada Minggu pagi (28/10).
Aksi yang dikoordinatori oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) KalSel tersebut pun menyita banyak perhatian masyarakat, hingga jalan sempat mengalami kemacetan.
Lewat aksi save meratus jilid II, masa menuntut agar kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) untuk segera mencabut atas izin operasi produksi pertambangan PT Mantimin Coal Mining (MCM).
Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah Bumi Murakata bersama walhi telah melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Sidang pun berlangsung lama hingga 8 bulan, namun pada tanggal 21 Oktober 2019 kemarin, PTUN menolak gugatan tersebut dengan alasan bukan kewenangan mereka.
Mahasiswa dan pemuda save meratus Jilid II dalam orasinya menyatakan, penolakan gugatan oleh PTUN telah menciderai tatanan hukum di Indonesia dan melukai hati masyarakat Kalimantan Selatan.

“Dimana keadilan di negeri ini, sudah jelas-jelas masyarakat Kalimantan Selatan khususnya masyarakat Hulu Sungai Tengah dengan tegas menolak adanya aktifitas pertambangan di bumi murakata,” ujar Abdul Hakim salah seorang orator aksi.
Masa menilai, dengan adanya pertambangan di pulau Kalimantan hanya akan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan bencana alam. Sementara pegunungan meratus saat ini merupakan satu-satunya hutan yang tersisa dari sekian banyaknya pertambangan mengeruk habis dan meninggalkan banyak lubang serta merusak ekosistem, kepunahan flora dan fauna habitat hutan.

“Kami masyarakat asli Hulu Sungai Tengah, dengan tegas menolak pertambangan di daerah kami, apapun akan kami lakukan untuk meratus agar tidak dikeruk. Belum di tambang saja kita sudah kerap mengalami banjir apalagi kalau di papas,” tegas Aidie Rahman orator dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Barabai.
Selain orasi aksi juga di warnai dengan atraksi, pembacaan puisi dari masing-masing perwakilan elemen organisasi serta do’a bersama untuk keselamatan meratus.
Hingga pada pukul 10.00 Wita aksi pun selesai, masa dengan tertib meninggalkan tempat.