TERAS7.COM – Batubara bisa dibilang Sumber Daya Alam (SDA) sangat berharga yang dimiliki Indonesia. Karena sebagian dari listrik yang kita nikmati berkat si mutiara hitam yang terpendam tersebut.
Bahkan, pada tahun 2005, batubara merupakan salah satu sumber energi yang penting bagi dunia, yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik sebesar hampir 40% di seluruh dunia.
Presiden RI Joko Widodo pun pernah menyampaikan bahwasanya, orang-orang terkaya di Indonesia banyak yang berasal dari sektor pertambangan, khususnya batubara.
Namun, dibalik kehebatannya dalam menopang kebutuhan energi dan kekayaan di dunia, Batubara juga menyimpan sisi negatif dari limbahnya, yakni menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, terutama pada pekerja tambang.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pegelolaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Arif Wardhani saat menjadi pemateri di Journalist Camp II Tahun 2022 di Alam Roh 20 Kiram, Kabupaten Banjar.

“Semua tambang secara umumnya kalo tidak dikelola (limbahnya) akan berpotensi merusak kesehatan manusia,” ujarnya.
Lanjut Arif, jika limbah debu dari batubara tadi dihirup dengan jangka waktu yang lebih lama, tentunya hal ini bisa menyebabkan penyakit kanker.
“Terutama jangka panjangnya itu adalah kanker, gangguan aneh-aneh dan segala macamnya lah,” terangnya.
Bahkan, jika memakai masker sekalipun, pekerja batubara masih bisa terpapar debu dari limbah batubara tersebut. Hal ini dikarenakan partikel yang sangat kecil dari debu tersebut.
Oleh karena itu, dikatakan Arif, rata-rata pekerja tambang itu paru paru mereka sudah terpapar oleh limbah dari debu batubara yang dikerjakan.
“Karena saking kecil debunya itu tadi, jadi rata-rata pekerja batubara ini pasti terpapar debu tadi,” ucapnya.
Meski begitu, menurutnya setiap orang mempunyai tingkat imunitas tubuh masing-masing, tidak menutup kemungkinan bahaya batubara tidak dirasakan oleh orang tersebut.