Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: SMA Negeri 1 Banjarbaru Dikhawatirkan Tidak Mendidik Toleransi beragama?
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

SMA Negeri 1 Banjarbaru Dikhawatirkan Tidak Mendidik Toleransi beragama?

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 18 Mei 2022, 23.00
Share
WhatsApp Image 2022 05 18 at 22.47.27
Kiri: Muhamadun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto: Ariandi) Kanan: Emi Lasari Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru. (Foto: ist)
SHARE

TERAS7.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamadun memberikan suara terkait dugaan intoleransi yang dilakukan SMA Negeri 1 Banjarbaru karena mengadakan kegiatan sekolah bertepatan Hari Raya Waisak pada 16 Mei lalu.

Muhamadun membantah tuduhan yang mengatakan bahwa SMA Negeri 1 Banjarbaru telah melakukan tindakan intoleransi karena melaksanakan kegiatan sekolah di Hari Raya Waisak.

“Itu bukan hal yang menyangkut intoleransi, itu menyangkut seorang anak peserta didik yang mana pada hari libur dia diminta oleh kakaknya untuk menemuinya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Rabu (18/05/2022).

Ia menjelaskan kronologisnya, saat itu peserta didik yang merupakan murid SMA Negeri 1 Banjarbaru memiliki kegiatan persiapan pameran pada 16 Mei atau bertepatan Hari Raya Waisak.

SMA Negeri 1 Banjarbaru, Emi: Kadisdik Prov Kalsel Tidak Berpendidikan?
WhatsApp Image 2022 05 18 at 16.03.48 1 e1652885923486
Muhamadun, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel. Foto: Ariandi

Pada kesempatan yang sama, karena mengetahui tanggal 16 merupakan hari libur nasional. Lantas, kakak dari sang murid SMA Negeri 1 Banjarbaru ini meminta adiknya untuk mendatanginya.

Baca juga :

Hadapi Karhutla, PAN Banjarbaru Instruksikan Kader Bantu Warga: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Ketimbang Ducting Kabel, Emi Nilai Optimalisasi Tiang Bersama Lebih Realistis dan Potensi Hasilkan PAD

“Kebetulan sang adik ini peserta didik di SMAN 1 Banjarbaru itu punya kegiatan untuk persiapan pameran pada tanggal 16 (Mei). Nah di tanggal 16 itu kemungkinan banyak siswa-siswa yang gotong royong lalu dia tetap ingin ikut di kegiatan tersebut,” bebernya.

Padahal lanjut Muhamadun, jika murid itu memang ingin menemui kakaknya tidak masalah, asalkan tetap menyampaikan izin tersebut ke wali kelas, dan kepala sekolah.

Ancam Murid Nilai Nol, Pengamat: SMA Negeri 1 Banjarbaru Parah!

“Kalau dia memangnya mau menemui kakaknya silahkan, karena disitu disebutkan wali kelas atau harus izin wali kelas dan kepala sekolah tidak ada persoalan dan ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah toleransi,” ungkapnya.

Sehingga, persoalan ini menurutnya tidak ada sangkut pautnya dengan intoleransi yang dituduhkan, melainkan hanya kegiatan sekolah yang kebetulan jatuh pada tanggal merah.

Tidak Mendidik, SMA Negeri 1 Banjarbaru Abaikan Libur Nasional Hari Raya Waisak?

“Tidak ada sangkut pautnya sama sekali karena di sekolahan itu siapa saja orang berhak melaksanakan ibadah menurut kepercayaannya dan agama yang dianut, jadi ini persoalan kegiatan yang kebetulan jatuh pada tanggal merah,” ucapnya.

Namun menurut Muhamadun, lain lagi halnya jika ada sebuah paksaan meminta seseorang yang seharusnya merayakan perayaan keagamaannya malah dilarang, hal ini baru bisa disebut intoleransi.

“Kalau ada paksaan, misalnya seseorang yang beragama pada saat dia ingin merayakan lalu tidak dibolehkan itu yang baru namanya intoleransi, nanti pasti saya akan tegur,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia sangat menyayangkan jika persoalan yang hanya kegiatan sekolah di hari libur oleh SMA Negeri 1 Banjarbaru ini dicap sebagai tindakan intoleransi.

“Ini persoalan hari libur ada kegiatan, jadi jangan melebar, jangan dijadikan hal ini menyeramkan seperti intoleransi, ini hanya persoalan hari libur yang ditetapkan oleh menteri, dan menteri menetapkan Hari Waisak adalah libur,” terangnya.

Sedangkan untuk ancaman nilai 0 bagi yang tidak ikut persiapan, Muhamadun menyebut itu hanya sebuah strategi dari guru agar kegiatan ini bisa diikuti oleh murid.

“Saya sudah temui gurunya, dan itu hanya sebuah bagian daripada strategi lah agar mereka hadir dan kompak, bergotong-royong bersama-sama, tidak ada (ancaman itu),” ungkapnya.

Karena menurutnya, penilaian persiapan seperti ini tidak ada di dalam kurikulum pendidikan. Berbeda dengan ujian nasional, ulangan, dan Pekerjaan Rumah (PR) yang memang ada disebutkan dalam kurikulum, sehingga wajib diikuti.

WhatsApp Image 2022 05 18 at 22.42.38
Emi Lasari, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru. Foto: Ist

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru Emi Lasari menyayangkan atas adanya kegiatan sekolah yang telah dilakukan oleh SMA Negeri 1 Banjarbaru pada Hari Raya Waisak tersebut.

“Ketika sekolah itu mengadakan kegiatan di hari besar keagamaan yang ditetapkan oleh pemerintah secara nasional, aku rasa sangat disayangkan, karena kan memang sekolah itu merupakan satu wadah pendidikan bagi karakter anak didik, yang kemudian itu menjadi pondasi untuk membentuk kepribadian anak didik,” ungkapnya.

Selaku ujung tombak pendidikan, seharusnya menurut Emi sekolah bisa untuk memberikan pengajaran tentang toleransi satu sama lain antar umat beragama.

Disisi lain, menurut Emi, adanya libur nasional yang ditetapkan oleh pemerintah juga pasti memiliki tujuan. Lalu, jika sekolah tetap memaksakan melakukan kegiatan, itu sama saja tidak menghargai.

Diduga Ancam Murid Nilai 0 di Hari Raya Waisak, Kepala SMA Negeri 1 Banjarbaru Membantah!

“Kenapa harus dipaksa kan ada kegiatan, nah ini kan bagian dari cerminan kita mengajarkan untuk tidak menghargai, jadinya sebenarnya itu tidak boleh dilakukan,” ucap Emi yang juga Ketua DPD PAN Banjarbaru.

Ia berharap, instansi pemerintah terkait kedepannya dapat melakukan pengawasan lebih terhadap sekolah agar tidak mengulangi persoalan serupa, yang dikhawatirkan dapat memunculkan tindakan intoleransi antar agama dalam diri anak murid.

“Karena kita khawatir dampaknya nanti menjadi tidak mendidik siswa untuk bertoleransi terhadap perbedaan agama,” ungkapnya.

Karena menurut Emi, toleransi merupakan sikap seseorang untuk bisa saling menghargai perbedaan antar umat beragama.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Hadapi Karhutla, PAN Banjarbaru Instruksikan Kader Bantu Warga: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Ketimbang Ducting Kabel, Emi Nilai Optimalisasi Tiang Bersama Lebih Realistis dan Potensi Hasilkan PAD

Ancaman Penggusuran Rumah Pengaruhi Psikologis Anak Nana, Emi Lasari Upayakan Pendampingan

Permudah Akses Layanan dan Bantuan, Emi Lasari Inisiasi Penerbitan Kartu Disabilitas di Banjarbaru

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?