TERAS7.COM – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Banjarbaru, Emi Lasari beserta jajaran pengurusnya meninjau langsung kondisi korban terdampak banjir yang berada di posko pengungsian.
Posko pengungsian yang ditinjau Emi Lasari kali ini berada di tiga kelurahan berbeda, yakni Guntung Manggis, Landasan Ulin Timur dan Landasan Ulin Tengah.
Dalam kunjungannya itu, Anggota DPRD Banjarbaru ini juga turut memberikan sejumlah bantuan bagi korban terdampak banjir.
Emi mengatakan, bantuan yang diberikannya kali ini bervariasi, yang mana menyesuaikan dengan kebutuhan korban terdampak banjir di setiap posko pengungsian.
“Jadi kita inventarisir setiap kebutuhan pokso, sehingga bervariasi bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan korban banjir,” ujar Emi.
Adapun bantuan yang diberikan ke posko pengungsian ini meliputi kebutuhan lauk seperti nugget, telur, hinga mie. Kemudian, keperluan ibu dan anak seperti pakaian dalam, pembalut serta pampers, hingga obat-obatan.
“Jadi mengidentifikasi bantuan itu penting, supaya jenis bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berguna bagi korban. Karena kalau bantuan sama, nanti yang ada malah menumpuk,” ucap Emi.
Dalam aksi sosialnya kali ini, selain menjinjau posko, Emi juga fokus menyasar daerah-daerah yang belum tersentuh pihak lain, seperti korban yang tempat tinggalnya terisolir.
“Karena, biasanya seperti posko yang berdekatan dengan perumahan, itu dropping bantuannya ke warga perumahan, sehingga warga yang rumahnya terpisah itu tidak menerima. Jadi fokus kita hari ini disana,” kata Emi.
Temukan Anak Stunting Jadi Korban Banjir di Pengungsian
Selain itu, dalam kunjungannya ke posko pengungsian, tepatnya di Kantor Kelurahan Landasan Ulin Timur, Emi menemukan salah satu korban yang masih anak-anak namun mengalami stunting.

Oleh karena itu, Emi meminta perhatian lebih dari pemerintah terhadap permasalahan ini. Karena menurutnya, anak yang mengalami stunting harus mendapatkan penanganan khusus.
“Apalagi tadi saya lihat, anak itu sudah mengalami gatal-gatal di badannya hingga menyasar ke wajah, maka itu perlu perhatian khusus, karena penanganannya juga tentu berbeda,” tukasnya.