TERAS7.COM – Kawasan Cempaka di Kota Banjarbaru dan Dalam Pagar di Kabupaten Banjar menjadi wilayah yang paling terdampak penurunan tekanan distribusi air bersih saat musim kemarau tahun ini.
Kedua kawasan tersebut merupakan wilayah ujung jaringan pelayanan PTAM Intan Banjar, sehingga lebih rentan mengalami gangguan aliran saat kebutuhan air masyarakat meningkat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PTAM Intan Banjar menyiagakan tim transmisi dan distribusi dari Banjarbaru dan Martapura guna melakukan pengaturan jaringan agar pasokan air tetap dapat dinikmati pelanggan.
Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PTAM Intan Banjar, Bayu Cipta Setiawan Bisma, mengatakan musim kemarau menyebabkan pemakaian air bersih pelanggan meningkat cukup signifikan.
“Tim Transmisi dan Distribusi Banjarbaru dan Martapura kami siagakan untuk melakukan pengaturan jaringan agar pelanggan di wilayah ujung pelayanan tetap bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.
Menurut Bayu, gangguan aliran umumnya terjadi pada jam puncak pemakaian, yakni pagi dan sore hari. Untuk mengatasi kondisi tersebut, PTAM Intan Banjar melakukan pengaturan distribusi menyesuaikan kondisi di lapangan pada pagi, siang, maupun malam hari.
Ia menjelaskan, PTAM Intan Banjar saat ini mendistribusikan sekitar 450 liter air per detik untuk wilayah Banjarbaru dan Martapura. Namun, distribusi tersebut masih bergantung pada kecukupan suplai air baku dari sistem Banjarbakula.
Selain melakukan pengaturan jaringan, PTAM Intan Banjar juga mengimbau pelanggan, khususnya yang berada di wilayah ujung jaringan, agar menampung air ketika aliran sedang normal.
“Kami mengimbau pelanggan di wilayah ujung pelayanan agar menampung air ketika air mengalir. Dengan begitu kebutuhan air saat jam puncak tetap bisa terpenuhi,” jelas Bayu.
PTAM Intan Banjar berharap optimalisasi tim distribusi dan pengaturan jaringan dapat meminimalkan dampak musim kemarau terhadap pelayanan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang berada di ujung jaringan distribusi.