Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ketimbang Ducting Kabel, Emi Nilai Optimalisasi Tiang Bersama Lebih Realistis dan Potensi Hasilkan PAD
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ketimbang Ducting Kabel, Emi Nilai Optimalisasi Tiang Bersama Lebih Realistis dan Potensi Hasilkan PAD

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 12 Agustus 2026, 20.29
Share
IMG 20260812 202600
Anggota DPRD Banjarbaru, Emi Lasari, SE menilai optimalisasi tiang bersama telekomunikasi lebih realistis dibandingkan ducting. (Foto: Humas DPRD Banjarbaru)
SHARE

TERAS7.COM – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, SE menilai optimalisasi tiang bersama telekomunikasi menjadi solusi yang lebih realistis untuk menata kabel semrawut di Kota Banjarbaru dibandingkan penerapan sistem kabel ducting secara menyeluruh.

Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari SE, mengatakan, keberadaan tiang bersama yang telah dibangun pemerintah daerah harus segera dimanfaatkan secara maksimal karena selain mendukung penataan kabel, juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi penggunaan oleh provider.

“Kalau untuk Kota Banjarbaru, dengan sudah adanya pembangunan tiang bersama dan kemampuan daerah, sistem penataan dengan tiang bersama masih menjadi pilihan yang lebih tepat,” ujarnya.

Menurut politisi PAN tersebut, pembangunan ducting tetap memungkinkan dilakukan di masa mendatang, terutama di kawasan strategis atau protokol. Namun, saat ini biaya pembangunan ducting masih tergolong sangat tinggi sehingga perlu disesuaikan dengan kemampuan APBD.

“Kalau ducting memang bisa saja, tetapi pembiayaannya tinggi. Biaya hingga miliaran per kilometer. Jadi kita harus menghitung kemampuan APBD,” katanya.

Baca juga :

Resmi Dilantik, 147 Bintara TNI AD Siap Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan di Kalimantan

Sempurna! Kota Banjarbaru Raih Nilai 100 IKADA 2026, Peringkat Pertama se-Kanreg VIII BKN

Rentan Gangguan Air saat Kemarau, PTAM Intan Banjar Siagakan Tim Distribusi di Cempaka dan Dalam Pagar

Emi menyebut Banjarbaru telah memiliki sekitar 700 tiang bersama, dengan 500 tiang sudah terpasang dan sekitar 200 tiang lainnya belum dimanfaatkan.

“Tiang bersama sudah ada, sekitar 700. Ada 500 tiang sudah terpasang, masih ada 200 tiang yang belum terpasang. Jadi harusnya sesegera mungkin dimanfaatkan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan tiang bersama oleh sejumlah provider dapat mengurangi jumlah tiang dan kabel yang semrawut sekaligus menghasilkan retribusi bagi kas daerah.

“Misalnya ada lima lajur kabel optik, itu bisa dijadikan satu tiang. Penataannya lebih baik dan retribusinya juga bisa masuk ke kas daerah,” jelasnya.

Emi menambahkan, dasar pemungutan retribusi penggunaan tiang bersama telah dipersiapkan melalui perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah.

Karena itu, ia meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Banjarbaru segera mendata para provider dan pengguna jaringan kabel agar tiang bersama yang sudah dibangun menggunakan anggaran APBD tidak menjadi aset yang mubazir.

“Jangan sampai tiang yang sudah dibangun menggunakan anggaran APBD ini tidak dimanfaatkan dan jangan sampai jadi mubazir. Apalagi payung hukumnya untuk retribusi juga sudah dipersiapkan,” tegasnya.

Menurutnya, jika kemampuan keuangan daerah meningkat pada masa mendatang, konsep ducting dapat diterapkan secara bertahap di kawasan-kawasan strategis.

Namun, untuk saat ini, optimalisasi tiang bersama menjadi langkah paling realistis untuk menata jaringan kabel sekaligus meningkatkan potensi pendapatan daerah.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260714 011514
Kejagung Hentikan Pengumpulan Data Terkait Permasalahan MBG di Seluruh Indonesia
14 Juli 2026, 06.59
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22

You Might Also Like

Resmi Dilantik, 147 Bintara TNI AD Siap Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan di Kalimantan

Sempurna! Kota Banjarbaru Raih Nilai 100 IKADA 2026, Peringkat Pertama se-Kanreg VIII BKN

Rentan Gangguan Air saat Kemarau, PTAM Intan Banjar Siagakan Tim Distribusi di Cempaka dan Dalam Pagar

Tenang Semua Kebagian! Wali Kota Lisa Serahkan Bonus ke Seluruh Kafilah MTQ Banjarbaru

Banjarbaru-Kabupaten Banjar Siaga Kekeringan! PTAM Intan Banjar Distribusikan Air Bersih ke Warga

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?