TERAS7.COM – Uji coba Bus Angkutan Sekolah (Bungas) yang telah dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 12-16 desember 2018 oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar mendapat sambutan yang cukup baik berbagai pihak.
Salah satunya yang menyambut baik pelaksanaan uji coba Bungas ini adalah Kepala SMP Negeri 1 Martapura, Rahmadi, M.Pd. yang memberikan keterangan pada jurnalis Teras7.com di ruang kerjanya di SMP Negeri 1 Martapura pada jumat pagi (4/1).
“Awalnya Dishub Kabupaten Banjar yang mendatangi kami untuk mensosialisasikan dan merealisasikan program ini. Setelah itu banyak siswa kami yang berminat untuk mengikuti uji coba program Bungas dari Dishub ini. Pelaksanaan uji coba ini khusus untuk mengantar siswa kami pulang ke rumahnya, sedangkan untuk berangkat tetap di antar oleh orang tuanya,” ujar Rahmadi.
Minat siswa sendiri menurut Kepala SMP Negeri 1 Martapura cukup tinggi saat, karena mereka beranggapan bahwa uji coba tersebut menggunakan bus atau minimal mini bus.

“Saat spanduk mulai di pasang, banyak siswa yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Tapi siswa salah asumsi dan kecewa ternyata kendaraan yang digunakan untuk program ini adalah mobil angkutan kota. Banyak siswa yang tidak mau naik angkot, karena tidak sesuai dengan keinginan yaitu bus. Namun sekolah tetap berusaha perlahan memberikan pengertian kepada siswa bahwa bus yang dimaksud adalah Angkot. Yang tujuannya akan mengantar ke rumah siswa masing-masing sesuai dengan zona yang ditentukan. Pelaksanaan program ini sendiri di tanggapi sangat baik oleh siswa yang memerlukan, sehingga sekolah akan melakukan pendaftaran ulang apabila program ini dilanjutkan,” ungkapnya.
Rahmadi berharap agar program Bungas ini sangat baik dan harus diteruskan untuk memfasilitasi siswa yang memang sangat memerlukan dikarenakan kesibukan orang tua yang tidak bisa mengantar anaknya ke sekolah dipagi hari demikian juga saat pulangnya.
“Kami sendiri beralasan untuk mendukung penuh program ini karena polisi tidak memperkenankan anak dibawah 17 tahun untuk membawa motor ke sekolah. Kalau menggunakan sepeda tidak mungkin karena cukup jauh, sedangkan untuk ojek online sendiri mengharuskan mereka memakai HP Android, sedangkan sekolah kami melarang siswa menggunakan HP Android di sekolah,” jelas Rahmadi.
“Juga karena biaya perhari cuma 8000 rupiah untuk pulang pergi, lebih murah daripada ojek online bagi siswa, apalagi keamanan siswa bisa lebih terjamin karena program ini berada langsung di bawah Dishub. Yang kami dengar Dishub akan melaksanakan program ini bulan januari 2019, bila positif segera akan kami sosialisasikan ke orang tua yang berminat,” tambahnya
Rahmadi menambahkan sekolah akan mengumpulkan pembayaran setiap seminggu sekali dan akan di kelola oleh koperasi sekolah.
“Jadi bukan kami yang mengelola langsung karena kami berharap agar tidak anggapan bahwa sekolah mengambil pungutan pada siswa,” jelasnya.
Rahmadi pun berharap kedepan semoga program Bungas ini digratiskan untuk anak pelajar yang tidak mampu, agar mereka dapat mengecap pendidikan sekolah gratis dan transportasi gratis
Sedangkan pelaksana program Bungas ini, yaitu Dinas Perhubungan belum dapat dimintai keterangan oleh jurnalis Teras7.com dikarenakan kesibukan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar.