Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Proyek Sumur Bor Oleh BRG Kalsel Diduga Tidak Sesuai Spek
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Proyek Sumur Bor Oleh BRG Kalsel Diduga Tidak Sesuai Spek

Maulana
Maulana 5 Januari 2019, 12.36
Share
WhatsApp Image 2019 01 04 at 19.04.29 1
SHARE

TERAS7.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru keluhkan sumur tidak mengandung air, proyek pembuatan sumur bor di wilayah lahan gambut Kota Banjarbaru untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diduga tidak sesuai spek pengerjaan.

Menurut informasi, sumur bor merupakan proyek milik Badan Restorasi Gambut (BRG) Kalimantan selatan, dilaksakan untuk wilayah Banjarbaru, dikerjakan oleh LPPM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang ditunjuk sebagai pihak ke tiga pada tahun 2016 mengerjakan sebanyak 50 titik, tersebar di lokasi yang rawan terjadi karhutla, diantaranya 20 titik di Kelurahan Syamsudin Noor dan 30 titik di Kelurahan Guntung Payung. Untuk mesin penyedot air disediakan sebanyak 5 buah, 1 mesin digunakan untuk setiap 10 titik sumur bor.

WhatsApp Image 2019 01 04 at 19.04.30

Saat karhutla terjadi di tahun 2018 kemarin, BPBD Kota Banjarbaru terkendalan dengan ketersedian air pada sumur, banyak diantaranya sumur diduga tidak menganduk air, dan pipa terlalu kecil sehingga petugas pemadaman kebakaran sempat kewalahan.

Hal itu diungkapkan Yunus Ariyandie Pelaksanaan Subbid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD kota Banjarbaru kepada teras7.com, bahwa sumur bor yang dibuat tidak bisa digunakan untuk memadamkan karhutla.

Baca juga :

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Fokus Pemulihan Psikologis, ULM Ambil Langkah Sigap Kepada Kelompok KKN-LH Batulicin Irigasi

Calon Rektor ULM Cabut Nomor Urut

WhatsApp Image 2019 01 04 at 19.04.31

“Kita sempat kewalahan saat melakukan pemadaman, karena sumur bor yang ada tidak bisa digunakan, sementara pasokan air yang kita bawa menggunakan tandon tidak cukup dan harus bolak balik mengambil air ke sungai,” ujarnya,  pada Jum’at (04/01) dilokasi Kawasan Guntung Damara Guntung Payung Banjarbaru.

Beberapa titik sumur bor dijumpai memang sudah dalam keadaan rusak dan tidak bisa digunakan lagi, karena hanya terbuat dari pipa paralon berukuran 1,5 milimeter serta kondis pipa meleleh akibat panas dari kebakaran.

Yunus Ariyandie menambahkan, pada saat pengerjaan yang dilakukan oleh LPPM ULM, BPBD Kota Banjarbaru hanya dilibatkan sebagai pendamping, dimana ia menduga ada beberapa kejanggalan, diantaranya pengerjaan diduga melibatkan warga setempat dan mahasiswa yang dilatih diajarkan untuk memasang sumur bor dengan upah berkisar 2 juta rupiah per titik.

WhatsApp Image 2019 01 04 at 19.04.30 1

“Itu pun kita hanya diminta pendampingan saja, oleh pihak BRG menyampaikan bahwa sumur bor bisa dimanfaatkan oleh warga dan DBPD untuk menaggulangi bencana karhutla,” tambahnya.

Pada saat pengerjaan, BPBD meminta pelaksana proyek untuk memasang plang disetiap titik sumur bor, agar lebih mudah diketahui, namun Yunus Ariyandie menuturkan, pihaknya tidak meminta memuat nama BPBD pada plang.

WhatsApp Image 2019 01 04 at 19.04.31 1

“Adanya tertera nama BPBD di plang sumur bor itu bukan berarti kami ikut dalam pengerjaan, kemarin kita hanya meminta dibuatkan plang sebagai tanda, kita hanya dilibatkan sebagai pendamping saja, itu pun tidak sampai selesai,” tegasnya.

Selain itu dari 50 titik sumur bor yang ada, ada beberapa titik yang masuk pada bagian jalan yang telah dilakukan pemekaran, sebelumnya titik itu berada pada lahan warga yang kemudian dijual untuk pembuatan jalan.

Sementara Kasi Pengelolaan kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Rolli Yahmi mengatakan, bahwa pihaknya hanya diminta oleh BRG untuk melakukan pendampingan saat pengerjaan sumur bor, namun tidak secara penuh.

WhatsApp Image 2019 01 04 at 18.37.14

“Kita kemaren diminta hanya melakukan pendampingan saja, tidak dilibatkan secara langsung,” katanya.

Selain itu ia melanjutkan, dari 50 sumur bor yang dibangun, diantaranya tidak terpasang pipa dan sumur tidak mengandung air karena masih dangkal, hanya kedalaman 18 sampai 22 meter dari permukaan tanah, serta tidak dilakukan pemompaan pada sumur untuk memancing air.

WhatsApp Image 2019 01 04 at 19.04.29

“Kalau saran kita sumur itu lebih dalam lagi, untuk menjangkau air sumur mesti memiliki kedalaman sampai 150 meter, kemudian dilakukan pemompaan berkala untuk memancing air agar selalu tersedia,”  pungkasnya.

Ditempat lain, saat dikonfirmasi ke BRG Kalimantan Selatan pada Kamis (03/01), jajaran direksi sedang tidak ada ditempat, hanya ada beberapa staf, namun tidak berani memberikan pernyataan terkait dugaan proyek pembuatan sumur bor yang tidak sesuai spek.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
5 Reviews 5 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Fokus Pemulihan Psikologis, ULM Ambil Langkah Sigap Kepada Kelompok KKN-LH Batulicin Irigasi

Calon Rektor ULM Cabut Nomor Urut

Bawa Perubahan Teknologi, HSU Jadi Tempat 346 Mahasiswa Faperta ULM

Dilirik Akademisi Singapura, ULM Usulkan Pulau Curiak Batola Jadi Pusat Riset Ekologi Global

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?