TERAS7.COM – Narkoba (Narkotika dan obat terlarang) sejatinya merupakan obat-obatan yang digunakan untuk kepentingan dunia medis seperti penghilang rasa sakit ketika operasi, sehingga pada dasarnya memiliki kegunaan pada bidang tertentu.
Walaupun keberadaan narkoba pada awalnya baik, akan tetapi muncul pihak-pihak tertentu yang kemudian menyalahgunakan narkoba dengan menggunakan untuk kepentingan diluar urusan medis karena zat ini memberikan rasa “nikmat” bagi penggunanya dan menimbulkan kecanduan.
Selain menimbulkan kecanduan, narkoba juga menimbulkan dampak buruk apabila dikonsumsi terus menerus diantaranya adalah merusak fisik si penggunanya dan dapat mengakibatkan kematian.
Akibat efek candu yang membuat ketagihan, pengguna narkoba menjadi tidak perduli dan terus menerus mengkonsumsi, sejalan dengan hal itu ada pihak tertentu yang menjadikan narkoba sebagai ladang bisnis dengan memperdagangkan narkoba pada mereka yang kecanduan narkoba.
Penyalahgunaan narkoba sendiri sudah menjadi momok bagi masyarakat Indonesia karena pada awalnya Indonesia hanya menjadi transit bagi perdagangan narkoba pada tahun 1990-an, akan tetapi pada masa sekarang bahkan sudah menjadi konsumen dan produsen narkoba.
Untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di Indonesia, pemerintah membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas penyalahgunaan narkoba dan memerangi pengedar narkoba, walaupun sudah diberantas tapi sindikat pedagang narkoba lebih licin dan memperlebar bisnisnya hingga ke pelosok, membuat kerja BNN harus lebih keras lagi.
Salah satu program BNN untuk memberantas penyalahgunaan narkoba yang dicanangkan sejak beberapa waktu belakangan adalah Pencanangan Desa Bersih Narkoba atau Desa Bersinar di seluruh daerah di Indonesia, salah satunya Desa Tunggul Irang akan diresmikan oleh Kepala BNN, Komjen Heru Winarko sebagai Desa Bersinar di Kabupaten Banjar pada kamis, 14 februari 2019 ini.

Kepala BNN Provinsi Kalimantan Selatan, Brigadir Jenderal Nixon Manurung dalam Rapat Pemantapan Pencanangan Desa Bersih Narkoba oleh Kepala Badan Narkotika Nasional RI di Ruang Kerja Bupati Banjar pada senin siang (11/2) menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian Universitas Indonesia tahun 2017, disebutkan tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kalsel naik dari 1,89 menjadi 1,97.
Menurutnya data itu menunjukkan penyalahgunaan narkotika di Kalsel naik tajam, dimana bila jumlah penduduk Kalsel berusia 20 tahun hingga 50 tahun sebanyak 3 juta jiwa, jika dikalikan 1,97, maka Nixon mengalkulasi ada 59 ribu orang yang menyalahgunakan narkoba di Kalsel.
“Sebagian besar yang menjadi penyalahguna narkoba di Kalsel adalah generasi muda utamanya mereka yang bekerja di pertambangan. Juga karena sebagian besar masyarakat hidup di kawasan pedesaan, maka kami minta pada pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel untuk membentuk Desa Bersinar dengan tujuan utama untuk mewujudkan desa bersih narkoba menggunakan perangkat desa dan warganya sendiri untuk perduli terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Nixon Manurung.
Program Desa Bersinar ini digulirkan oleh BNN untuk mengedepankan peran pemerintah daerah di seluruh Indonesia sebagai garda terdepan pemberantasan narkoba, selain program ini dilaksanakan pula karena keterbatasan dana yang dimiliki BNN untuk memberantas penyalahgunaan narkoba
“Jadi sejarahnya program Desa Bersinar ini hasil dari kerjasama BNN dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang bersepakat untuk menerapkan desa yang bebas dari penyalahgunaan narkoba dan pendanaannya menggunakan anggaran dari dana desa,” terang Nixon Manurung.
Untuk melaksanakan program Desa Bersinar ini, Nixon Manurung menjelaskan bahwa setiap desa yang ditunjuk akan membentuk Tim Relawan Anti Narkoba yang berjumlah 10 orang dengan tugas masing-masing sebagai Agen Pencegahan untuk mencegah dan mempersempit peredaran narkoba dan Agen Konseling untuk membimbing mereka yang sudah terlanjur menggunakan agar menjauhi narkoba.
“Harapannya ke depan kami dapat mencanangkan semua desa untuk bebas dari penyalahgunaan narkoba, tapi sementara ini untuk tahun 2019 ini di Kalsel kita canangkan dulu apa yang ada sebagai prioritas utama untuk mewujudkan desa bersih dari narkoba,” pungkas Nixon Manurung.