TERAS7.COM – Dalam menjalankan program Presiden Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Panglima TNI untuk melaksanakan penanaman bibit Mangrove di daerah pesisir. Penanaman Mangrove serentak dilaksanakan jajaran TNI di seluruh pesisir yang ada di wilayah Indonesia, Senin (15/05/23).
Di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, penanaman Mangrove terpusat di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Desa Stagen dengan melibatkan Pemerintah Daerah Kotabaru, Kodim 1004/Kotabaru, anggota Polres Kotabaru, Kejaksaan Negeri Kotabaru, Pengadilan Negeri Kotabaru, Basarnas, Dinas Kehutanan dan ratusan anak-anak pelajar di Kabupaten Kotabaru.
Danlanal Kotabaru Letkol Laut (P) Edy Setyawan SE mengatakan, tujuan dari penanaman Mangrove tersebut untuk mencegah abrasi.
“Karena apa yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo sekitar tiga ribu delapan ratus hektar daerah pesisir kita tidak tertanam Mangrove, sehingga itu ditanggapi oleh Panglima TNI dan diteruskan untuk menanam Mangrove,” paparnya.
Ia menerangkan, ketika Panglima TNI masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), sebenarnya penanaman Mangrove sudah beliau jalankan.
“Dan ketika beliau menjadi Panglima TNI, penanaman Mangrove kembali dilanjutkan beliau dan mungkin akan dilaksanakan terus menerus sampai tanah pesisir kita yang terkena abrasi ini tertanam mangrove semuanya,” ungkap Edy Setyawan.
Untuk di Lanal Kotabaru ada 1000 bibit mangrove yang ditanam hari ini.
Sebelumnya, juga sudah dilaksanakan penanaman mangrove di daerah pesisir yang ada di wilayah Bandar Udara Gusti Syamsir Alam Kotabaru dan di wilayah pesisir Arutmin.
“Yang jelas masyarakat pesisir harus sadar, karena kita menanam Mangrove perlu tenaga, biaya dan tentu harus dirawat,” tuturnya lagi.
Tidaklah mungkin aparat TNI-POLRI menjaga terus apa yang sudah ditanam, tentu saja peran dari masyarakat khususnya yang tinggal di daerah pesisir harus turut serta untuk menjaga. Kalau itu terjaga maka lingkungan juga ikut terjaga dan terawat.
“Sehingga, untuk mencegah abrasi itu perlu peran dari masyarakat juga agar wilayah pesisirnya tidak mengalami abrasi,” jelas Edy Setyawan.