Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Banjarbaru “Dihantui” Karhutla, 93 Hektar Lahan Terbakar
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Banjarbaru “Dihantui” Karhutla, 93 Hektar Lahan Terbakar

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 26 Juni 2023, 14.54
Share
Kebakaran hutan lahan di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu. Senin (26/06/2023). (Foto: ariandi)
Kebakaran hutan lahan di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu. Senin (04/09/2023). (Foto: ariandi)
SHARE

TERAS7.COM – Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla) belakangan ini mulai “menghantui” Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Kota Banjarbaru.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, dari awal tahun 2023 hingga kini, tercatat ada sebanyak 44 kejadian karhutla.

Dari 44 kejadian karhutla ini, setidaknya sudah menghanguskan seluas 93,749 hektare lahan di Kota Banjarbaru. Dimana, 50 persen lebih kejadian karhutla terjadi di Juni ini.

“Selama 2023 hingga kini sudah ada 44 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar 93,749 hektare, dan untuk bulan Juni ini ada 25 kejadian, dengan luas lahan terbakar 65,52 hektare,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini melalui Pengelola Logistik Bidang Kedaruratan dan Logistik, Fico Hanugratama.

Dari 44 kejadian karhutla, Kecamatan Landasan Ulin jadi penyumbang karhutla terbanyak dengan 23 kejadian, disusul Kecamatan Liang Anggang 14 kejadian, dan Kecamatan Cempaka 7 kejadian.

Baca juga :

RDTR Bungur Disiapkan Jadi Pengarah Pembangunan dan Pengendali Pemanfaatan Ruang di Tapin

Komisi II DPRD Kalsel Tekankan Ketepatan Penggunaan Anggaran 2027

Tinjau Penanganan Karhutla, Ketua DPRD Sempat Lakukan Pemadaman

Untuk penyebabnya, Fico mengatakan, faktornya dari alam seperti suhu panas musim kemarau, dan non alam, yaitu ulah tangan manusia tak bertanggung jawab.

“Untuk saat ini penyebab dari faktor alam dan faktor non alam, sebagian karna ulah manusia yang membuka lahan,” ungkapnya.

IMG 20230626 WA0018
Relawan berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di Banjarbaru. (Foto: BPBD Banjarbaru untuk teras7.com)

Fico juga menerangkan, jika karhutla tahun ini bukan terparah, karena kejadian karhutla terparah itu terjadi sebelum pandemi Covid-19, atau sekitar tahun 2019 lalu.

“Untuk ini belum bisa d bilang karhutla terparah, karena karhutla terparah itu masih sebelum Covid-19 , sekitar 2019,” terangnya.

Terakhir, kepada masyarakat, ia mengimbau agar untuk tidak membakar hutan dan lahan, selain dampaknya menyebabkan penyakit pernafasan, juga dapat mempengaruhi jarak pandang, khususnya bagi pengendara kendaraan bermotor.

“Himbauan untuk masyarakat agar untuk tidak membakar hutan dan lahan karna dapat mencemari udara yang berdampak pada ISPA, kabut asap yg di timbulkan akan mempengaruhi laju kendaraan yang melintas karena jarak pandang, akan berdampak juga pada kekeringan karena hilang pohon pohon sebagai penopang air,” imbaunya.

Sementara itu, salah seorang pengendara kendaraan bermotor, Nana mengaku jika kabut asap akibat karhutla lumayan menggangu jarak pandangnya.

Terlebih baginya, jika jarak pandang semakin sulit, maka akan berakibat kepada hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Jarak pandang lumayan sulit, apalagi kalau semakin pekat (kabut asap -red), takutnya nanti bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas d jalanan,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15

You Might Also Like

RDTR Bungur Disiapkan Jadi Pengarah Pembangunan dan Pengendali Pemanfaatan Ruang di Tapin

Komisi II DPRD Kalsel Tekankan Ketepatan Penggunaan Anggaran 2027

Tinjau Penanganan Karhutla, Ketua DPRD Sempat Lakukan Pemadaman

Antisipasi Karhutla, Mapala Piranha ULM Monitoring dan Basahi Lahan FOLU

3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?